Petani pun mulai tergerak untuk mengurangi penggunaan bahan kimia non alami, seperti pupuk anorganik dan pestisida kimia sintesis dalam produksi pertanian.
Panen yang dilakukan petani Merangin bisa membantu menjaga ketersediaan pangan.
Selain beras, ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu pangan lokal yang bisa dimaksimalkan ialah singkong yang merupakan pangan berkarbohidrat sebagai alternatif pengganti beras.
Bukti pertanian tidak berhenti dapat dilihat dari kegiatan panen ini dimana para penyuluh tetap produktif dan selalu aktif mendampingi petani.
Petani cabai asal Purbalingga telah melakukan budidaya cabai menggunakan rain shelter sejak tahun 2007. Sepanjang pengalamannya hampir tidak pernah gagal.
Tembakau memiliki aroma yang khas karena didalam tembakau terkandung senyawa-senyawa aromatis yang mudah menguap atau biasa disebut dengan minyak atsiri.
Para petani di seluruh daerah harus mulai memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi yang ada untuk meningkatkan produksi.
Kerjasama tersebut meliputi korporatisasi petani yang memiliki alur kerja integrasi dari petani kecil hingga koprasi berskala besar.
Pasar tani juga menjadi wadah untuk memberdayakan para petani dalam menjual hasil kebunnya.
Insan pertanian harus meningkatkan produktivitas, serta menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah agar kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk Indonesia terpenuhi.