BBPP Ketindan Malang melakukan inovasi dengan membuat formulasi pestisida organik Micessla untuk pengendalian hama tanaman padi
Persolan lain yang juga masih terjadi di lapangan ialah tidak adanya saksi dari pihak pemerintahan dalam pembuatan kontrak antara petani tembakau dan perusahaan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui "bukti yang muncul" tentang penyebaran COVID-19 lewat udara
Wabah Covid-19 yang melanda hampir semua negara didunia termasuk Indonesia sangat berdampak yang cukup besar bagi kondisi ekonomi masyarakat.
Pertanian organik seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka, tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi.
Optimalisasi pengembangan lahan rawa ini yang menjadi salah satu terobosan yang tengah fokus dilakukan untuk meningkatkan atau mengamankan ketersediaan beras dalam negeri sehingga kebutuhan dapat dipenuhi secara mandiri
Kerja sama dan kolaborasi semua pihak baik dengan pabrikan dan dukungan pemerinta diperlukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani, terutama pada masa pandemi COVID-19 ini.
Kebanyakan petani di Wuryantoro menanam 3-5 biji per lubang, sebagai antisipasi jika terjadi kekeringan yang parah, maka akan dipotong dua batang untuk menghidupi tiga batang lainnya.
Di era Pertanian 4.0, petani diharapkan mampu mengadopsi serta menerapkan pertanian yang tangguh serta berdaya saing, hal ini sering disebut juga pertanian milenial.
Masbar selaku petani pemilik lahan menjelaskan bahwa produksi jagung yang diperoleh musim tanam ini jauh lebih baik dari musim sebelumnya.