Pertanian organik seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka, tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi.
Optimalisasi pengembangan lahan rawa ini yang menjadi salah satu terobosan yang tengah fokus dilakukan untuk meningkatkan atau mengamankan ketersediaan beras dalam negeri sehingga kebutuhan dapat dipenuhi secara mandiri
Kerja sama dan kolaborasi semua pihak baik dengan pabrikan dan dukungan pemerinta diperlukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani, terutama pada masa pandemi COVID-19 ini.
Kebanyakan petani di Wuryantoro menanam 3-5 biji per lubang, sebagai antisipasi jika terjadi kekeringan yang parah, maka akan dipotong dua batang untuk menghidupi tiga batang lainnya.
Di era Pertanian 4.0, petani diharapkan mampu mengadopsi serta menerapkan pertanian yang tangguh serta berdaya saing, hal ini sering disebut juga pertanian milenial.
Masbar selaku petani pemilik lahan menjelaskan bahwa produksi jagung yang diperoleh musim tanam ini jauh lebih baik dari musim sebelumnya.
Datangnya investasi tentunya bakal membawa dampak positif bagi petani.
Informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), setidaknya ada 15 jenis tanaman yang potensial menangkal COVID-19.
Realisasi pengadaan beras dalam negeri per 30 Juni 2020 mencapai 700 ribu ton yang tersebar di semua wilayah kerja Perum Bulog seluruh Indonesia.
Anggota Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan serta menyalurkan bantuan kepada para petani yang terdampak pandemi Covid-19.