“Sejak awal kami (BNPT, Red) sudah menegaskan bahwa persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak dini, karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme. Radikalisme merupakan sebuah proses tahapan menuju terorisme yang selalu memanipulasi dan mempolitisasi agama”
Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Seger Handoyo menekankan pentingnya para psikolog dan ilmuwan psikologi perlu meningkatkan kompetensi, baik dalam hal praktik maupun keilmuan.
Radikalisme dapat menjadi embrio lahirnya ekstrimisme bahkan terorisme.
Tantangan yang harus segera dijawab, menurutnya adalah beradaptasi dengan pesatnya kemajuan perkembangan teknologi informasi (TI). Meskipun hal itu disatu sisi positif, namun di bagian lain, terkadang dapat dimanfaatkan oleh para kelompok terorisme.
Organisasi masyarakat (ormas) keagamaan merupakan garda terdepan dalam pencegahan penyebaran radikal terorisme dengan memberikan vaksinasi ideologi kepada umatnya.
BNPT bersama dengan Pondok Pesantren Nurul Falah menggelar kegiatan silaturahmi dan dialog kebangsaan BNPT RI dengan FORKOPIMDA, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme.
Polisi Kashmir yang berada di bawah otoritas pemerintah India, menangkap seorang jurnalis berita lokal, The Kashmir Walla, dengan tuduhan menggaungkan terorisme dan menyebarkan berita palsu.
Ledakan bom di pasar sibuk Beni, Republik Demokratik Kongo (DRC), menyebabkan empat warga terluka pada Sabtu (Minggu waktu setempat).
Kementerian Agama (Kemenag) meminta penjelasan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terkait temuan 198 pondok pesantren yang terafiliasi terorisme.