Kisruh terkait pengadaan senjata api menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi, adanya impor senjata api dan amunisi untuk Brimob yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta.
Senjata api dan amunisi impor untuk Brimob yang masih tertahan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) diharapkan tidak menimbulkan kekisruhan politik di tanah air.
Pengadaan senjata yang dilakukan Korps Brimob untuk pengendalian massa (dalmas) di wilayah yang masih rawan konflik
Elnino mengungkapkan saat ini ramai dibicarakan di antara anggota Komisi I lewat grup WA masuknya senjata ke Brimob
Senjata api dan amunisi untuk Brimob yang diimpor oleh PT Mustika Duta Mas dinilai tidak berbahaya, apalagi anti tank. Senjata api dan amnuisi itu hanya dipakai untuk efek kejut.
Polri membenarkan adanya impor senjata api dan amunisi untuk Brimob oleh PT Mustika Duta Mas. Pengiriman senjata api dan amunisi itu dengan menggunakan pesawat carter milik maskapai Ukraine Air Alliance.
Polisi akan mencari orang tua pelaku pelaku penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Keluarga mengakui dan mengenal pelaku penusukan terhadap dua anggota Brimob adalah Mulyadi.
Tim Densus 88 Mabes Polri ikut mendalami dan mengembangkan kasus penusukan terhadap dua anggota Brimob di dekat Masjid Falatehan, Jakarta Selatan.
Menteri Dalam Negeri menyebut pelaku penusukan dua anggota Brimob belum pernah membuat e-KTP. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pengecekan.