Kita ketahui bagaimana santri punya banyak kontribusi bagi NKRI sejak era perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Dan peran besar santri bagi negara harus terus dipertahankan.
Beberapa hari ini banyak masyarakat bersuara karena bingung dengan aturan baru PCR sebagai syarat semua penerbangan ini. Masyarakat mempertanyakan kenapa dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik, tapi justru tes perjalanan semakin ketat.
Yang pertama-tama menurut saya itu kan adalah politik, apalagi kemudian salah satu sebuah partai itu sah-sah saja memajukan kadernya, putra terbaiknya, apalagi ini ketua umumnya. Dan kita sambut baik majunya Cak Imin di kontestasi pemilu presiden.
Jadi saya kira ke depan kenapa kita harus memperkuat LADI dan harus memberikan anggaran.
(Pemerintah) belum maksimal menangani anti doping ini. Kita bisa lihat secara kronologis. Misalnya kelembagaan. Kepengurusannya LADI sudah terjadi 3 tahun. Itu yang menjadi catatan kita. Indonesia belum menjadikan isu anti doping ini sebagai konsen.
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menjelaskan, hingga saat ini bidang energi nasional masih terpuruk dan belum menunjukan tanda-tanda yang menggembirakan.
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar dalam Refleksi HSN 2021 menyampaikan bahwa ada tiga agenda mendesak kaum santri yaitu yang pertama pesantren harus menjadi kekuatan ekonomi untuk membantu krisis ekonomi nasional.
Menyusul tak berkibarnya bendera Merah Putih saat penyerahan Piala Thomas di Denmark, Anggota Komisi X DPR RI Mustafa Kamal meminta Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dievaluasi kinerjanya.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menerima keluhan dan aduan dari masyarakat terkait dengan masih maraknya kasus kerugian investasi nasabah asuransi yang terhubung dengan produk asuransi (unit link).
Percuma vaksin wong masih wajib tes PCR, proyek ekonomi?