Rouhani menandatangani RUU menjadi undang-undang pada Selasa (30/4), yang menyatakan bahwa seluruh pasukan AS di Timur Tengah sebagai teroris
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza, pada Sabtu (27/4)
Rusia meminta Amerika Serikat untuk menghentikan "politik pemerasan" setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza dalam upaya untuk menekan Presiden Nicolas Maduro untuk mundur.
Zarif mengatakan negaranya tidak ingin mencari konfrontasi dengan AS atau mencoba menutup Selat Hormuz kecuali Washington memberlakukan blokade ekonomi total.
Rusia telah menyerukan Gedung Putih agar sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap Korea Utara dikurangi. Namun, AS menuduhnya berusaha membantu Pyongyang menghindari sanksi.
Pemimpin Iran Khamenei menilai bahwa mengevaluasi soal keputusan AS yang akan menghentikan kebijakan pembebasan sanksi minyak Iran terhadap delapan negara.
RUU itu disampaikan sehari setelah Washington mengumumkan bahwa tidak ada negara yang lagi akan dibebaskan dari sanksi AS jika terus membeli minyak Iran.
Juru bicara Komisi Eropa Maja Kocijancic menyatakan "penyesalan" pada Selasa (23/4) atas keputusan AS tersebut,
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi parlemen pada Selasa (23/4) yang diwartakan oleh Kantor Berita Republik Islam IRNA.