Aplikasi baru untuk skema pengabaian karantina Test & Go Thailand tidak akan disetujui sampai pemberitahuan lebih lanjut untuk membendung peningkatan infeksi COVID-19.
Tahun lalu, Prancis memberlakukan izin kesehatan yang mencegah orang tanpa tes PCR atau bukti vaksinasi untuk memasuki restoran, kafe, dan tempat lainnya. Pemerintah ingin mengubahnya menjadi paspor vaksin yang berarti hanya yang divaksinasi yang dapat memiliki izin kesehatan.
Panitia telah melakukan pengecekan dan pengetesan melalui 1.600 antigen dan 600 PCR kepada peserta.
Infeksi berasal dari pasangan yang melakukan perjalanan dari Belgia melalui skema Test & Go negara itu yang membebaskan karantina untuk kedatangan yang divaksinasi.
Keputusan untuk menghentikan pengabaian "Test and Go" di Thailand berarti pengunjung harus menjalani karantina hotel, yang berkisar antara 7 hingga 10 hari.
Hasil penelitian Imperial College London didasarkan pada data Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Layanan Kesehatan Nasional pada orang-orang yang dites positif COVID-19 dalam tes PCR di Inggris antara 29 November dan 11 Desember.
Ada 3 petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet yang positif PCR-nya, tapi yang terkonfirmasi positif Omicron adalah satu orang.
Inggris mewajibkan semua pelancong yang masuk untuk melakukan PCR atau tes aliran lateral cepat maksimum 48 jam sebelum keberangkatan.
Aktivifas hotel- hotel ini jelas merugikan rakyat. Harga yang mereka terapkan untuk karantina ini sangat mahal dan tidak masuk akal, bisa mencapai 3 kali lipat. Kami mencurigai ini ada permainan.
Wisatawan asing yang divaksinasi Sputnik tetap wajib dikarantina selama 48 jam dan menjalani tes PCR.