Musim kemarau yang melanda Indonesia tidak menyurutkan semangat petani untuk meningkatkan produksi, pasalnya petani di Gunung Kidul berhasil meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dengan penerapan sistem persemaian “Culik” ditengah musim kemarau tahun ini
Lahan rawa sebagai lahan sub optimal memiliki potensi luas 12,3 juta hektare
Penggunaan pompa air dalam mengatasi masalah pengairan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Optimisme produksi beras 2018 juga mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat tren produksi padi nasional dalam 10 tahun terakhir terus bergerak naik
Panen padi varietas Inpari 32 yang merupakan jenis Inbrida padi sawah irigasi tersebut mencapai hingga 10 ton per hektare.
BMKG mencatat terdapat 798 titik panas di Kalimantan Barat, 226 titik di Kalimantan Tengah, 19 titik di Jambi dan 13 titik di Sumatra Selatan.
Areal persawahan yang terkena kekeringan hingga pertengahan Agustus 2018 seluas 127.101 hektare, dan Puso 25.405 hektare.
Kementan bentuk tim khusus untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, antara lain TNI, Kementerian PUPR, serta Pemerintah Daerah setempat.
Bulan ini, Agustus, September produksi di atas kebutuhan, rata-rata 2,5 juta ton. Sementara produksi kita 3,5 juta ton.
Kementan akan meningkatkan sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh pemangku kepentingan di setiap daerah.