IKM keripik tempe asal Sukabumi yang telah memanfaatkan program Kemenperin tersebut dan berhasil melakukan ekspor.
Masalah sangat kompleks, harus berkoordinasi dengan kementerian terkait karena ini masalah ada di Pemerintah, di eksekutif.
Memang itu masalah utama, kita tidak mempersiapkan kemandirian ekonomi kita di kebutuhan dasar, kalau beras impor, jagung impor, kedelai impor, kita bayar dengan dolar, ketika dolar menguat maka harga di Indonesia akan naik bagi para pedagang tempe, pengrajin tempe, dan masyarakat luas yang mengonsumsi nasi akan mengeluh.
Selama ini, kebutuhan kedelai dipenuhi dari luar negeri karena harus diakui harga kedelai impor lebih murah.
Sebagai makanan khas Indonesia, tempe yang sering disebut superfood-nya Indonesia memiliki nilai tambah untuk diolah sebagai lauk atau snack.
Produksi dalam negeri masih belum mencukupi, maka pemerintah harus menyiapkan solusinya.
Harga kedelai melambung, produsen tahu tempe diminta tidak mogok