Jum'at, 01/05/2026 10:30 WIB

Gus Ipul Wanti-wanti Keras: Jangan Ada Penyimpangan di Sekolah Rakyat





ini berlaku tidak hanya untuk bapak-ibu sekalian, tapi berlaku untuk diri saya juga semua jajaran Kemensos yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat ditemui usai kegiatan Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat di Kantor Kemenko PM (Foto: Ist/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan seluruh jajarannya termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik untuk menyelenggarakan sekolah rakyat dengan baik dan penuh kejujuran.

Gus Ipul juga menekankan jangan ada penyimpangan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Hal tersebut disampaikan saat pertemuan dengan jajaran Sekolah Rakyat secara daring, Kamis (30/4/2026).

"Saya tidak akan bosan-bosan mengingatkan, dan ini berlaku tidak hanya untuk bapak-ibu sekalian, tapi berlaku untuk diri saya juga untuk semua jajaran Kemensos yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul.

"Intinya jangan ada korupsi. Jangan ada penyalahgunaan, jangan ada penyimpangan, jangan ada kekerasan seksual maupun fisik, jangan ada bully, jangan ada intolerasi," dia menambahkan.

Tak hanya mengingatkan hal-hal yang dilarang dalam lingkup Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga mengungkapkan tak akan segan menindak tegas jika ada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Jika ada tanda-tanda bullying, kekerasan, intoleransi dan itu ada bukti, maka secepat itu pula kita akan segera berhentikan," kata dia. 

Ia mengatakan banyak pihak mengawal agar Sekolah Rakyat berjalan dengan maksimal, baik dari lingkup internal Kemensos atau pihak-pihak pengawasan eksternal seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kejaksaan dan lembaga pengawas lainnya. 

Mata dan telinga masyarakat juga tak akan lepas dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Gus Ipul pun membuka kesempatan seluas-luasnya untuk melaporkan apabila terbukti ada kejanggalan atau penyelewengan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Meski pengawasan datang dari berbagai pihak, bagi Gus Ipul penyelenggaraan secara jujur dan berintegritas harus dibangun sebagai kesadaran, bukan sekadar kewajiban. 

Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah program prioritas presiden yang mulia karena berpihak pada masyarakat yang paling tidak mampu. Oleh karena itu, ia melarang seluruh jajaran Kemensos dan Sekolah Rakyat untuk menyakiti mereka. 

"Orang yang tidak mampu ini jangan dilukai, jangan disakiti, jangan diperas, malah justru kita muliakan, kita hormati sebagai bagian dari perintah agama dan UUD 45, khususnya pasal 34, dan yang terakhir adalah bagian dari perintah Bapak Presiden," pungkas Gus Ipul.

KEYWORD :

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Gus Ipul Sekolah Rakyat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :