Gereja Katedral Jakarta - Pesta Pemuliaan Salib Suci setiap 14 September (Foto: katedraljakarta.or.id)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 14 September, umat Kristiani di seluruh dunia, khususnya dalam tradisi Gereja Katolik dan Ortodoks, merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci.
Perayaan liturgis ini memegang peranan penting dalam kalender gerejani karena tidak hanya memperingati peristiwa sejarah penemuan kayu salib di Yerusalem, tetapi juga mengajak umat untuk mendalami kembali makna pengorbanan serta keselamatan.
Akar sejarah perayaan ini bermula dari abad ke-4, tepatnya ketika Santa Helena, ibunda dari Kaisar Konstantinus Agung, melakukan perziarahan ke Tanah Suci Yerusalem pada tahun 326 Masehi.
Dalam pencariannya di kawasan Bukit Golgota, Santa Helena berhasil menemukan kayu salib yang diyakini sebagai tempat Yesus disalibkan. Atas perintah kaisar, di tempat tersebut kemudian dibangun kompleks Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre).
Pada tanggal 13 September 335 Masehi, bangunan gereja tersebut diresmikan secara megah.
Keesokan harinya, yakni pada 14 September 335 Masehi, relikui Salib Suci diangkat dan diperlihatkan secara khidmat di hadapan ribuan umat yang hadir untuk dihormati.
Momen pengangkatan salib inilah yang menjadi cikal bakal penetapan tanggal perayaan tahunan tersebut.
Tradisi perayaan ini kian mengakar kuat pada tahun 629 Masehi, sewaktu Kaisar Heraklius berhasil merebut kembali relikui Salib Suci dari kekuasaan Kekaisaran Persia dan mengembalikannya ke Yerusalem dengan prosesi yang penuh penghormatan.
Bagi umat beriman, Pesta Pemuliaan Salib Suci membawa pesan spiritual yang sangat mendalam.
Salib, yang pada era Kekaisaran Romawi merupakan instrumen hukuman paling hina dan menakutkan, telah ditransformasikan menjadi lambang kemenangan atas dosa dan kematian.
Perayaan ini menegaskan bahwa pengorbanan di atas salib bukanlah bentuk kekalahan, melainkan wujud nyata dari kasih Allah yang tak bertepi bagi umat manusia.
Melalui perayaan yang diperingati setiap 14 September ini, umat diajak untuk merefleksikan kembali makna perjuangan hidup sehari-hari.
Salib tidak lagi dipandang sebagai beban yang menakutkan, melainkan sebagai simbol harapan, ketabahan, dan pencerahan iman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Peringatan Dunia 14 September Gereja Katolik dan Ortodoks Pesta Pemuliaan Salib Suci






















