Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi prakiraan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia yang berlaku pada hari ini, Sabtu (7/11). BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca signifikan dan ekstrem seiring terdeteksinya dinamika atmosfer di perairan Indonesia.
Prakirawan BMKG, menjelaskan bahwa timbulnya potensi pertumbuhan awan hujan dipicu oleh terbentuknya sirkulasi siklonik di wilayah Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya. Kondisi ini membentuk daerah perlambatan serta pertemuan angin yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di bagian utara Papua Barat Daya.
"Sirkulasi siklonik terbentuk di Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya yang membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin sehingga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di utara Papua Barat Daya," ujar prakirawan BMKG.
Ia menambahkan bahwa kombinasi dinamika atmosfer tersebut berdampak pada timbulnya cuaca signifikan yang merata di berbagai daerah.
"Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah di Indonesia, perlu ditingkatkan kesiapsiagaan," ujar dia.
BMKG memberikan peringatan khusus terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Selain itu, potensi hujan sedang hingga lebat membayangi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Untuk transportasi udara, BMKG mengingatkan potensi kemunculan awan hujan Cumulonimbus di perlintasan Aceh, Sumatera Utara, Riau, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Bangka Belitung, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat hingga tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Laut Natuna Utara, Sulawesi Barat, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik Utara Maluku, hingga wilayah Papua.
Prakiraan cuaca di wilayah Pulau Sumatera menunjukkan potensi hujan petir di Kota Padang. Sementara itu, hujan ringan diprediksi melanda Banda Aceh, Medan, Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung. Adapun Pekanbaru diperkirakan berawan, serta Bengkulu berpotensi mengalami udara kabur.
Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, Bandung, dan Mataram. Wilayah Semarang, Yogyakarta, Denpasar, dan Kupang diperkirakan berawan tebal, sedangkan Kota Surabaya diprediksi mengalami udara kabur.
Di wilayah Kalimantan, hujan petir diimbau untuk diwaspadai di Samarinda, potensi petir di Banjarmasin, serta hujan ringan di Pontianak, Palangkaraya, dan Tanjung Selor. Untuk wilayah Sulawesi, Manado berpotensi mengalami hujan petir, sementara Gorontalo, Palu, Mamuju, dan Makassar diprediksi diguyur hujan ringan, serta Kendari berpotensi berawan.
Sementara itu di wilayah Maluku dan Papua, Nabire berpotensi diguyur hujan sedang. Hujan ringan diperkirakan melanda Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke, serta Jayapura berpotensi mengalami udara kabur.
Selain kondisi cuaca darat dan udara, BMKG mengingatkan nelayan serta pengguna transportasi laut mengenai potensi gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur. Masyarakat pesisir juga diminta mengantisipasi potensi banjir rob akibat pasang air laut di pesisir Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Maluku.
"Masyarakat pesisir juga dihimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut karena berpotensi adanya banjir di pesisir," katanya.
BMKG meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem selama periode peralihan musim.
"Waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi pada masa peralihan musim, pantau terus informasi cuaca, sesuaikan aktivitas dalam melakukan perjalanan, tetap waspada,"ujarnya.









