Jakarta, Jurnas.com - Gedung Putih mengunggah pesan yang menegaskan Donald Trump masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), setelah Partai Demokrat mencatat kemenangan besar dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections pada Selasa.
Unggahan melalui akun resmi Gedung Putih di platform X pada Rabu itu menampilkan foto Trump sedang membungkuk di atas meja kerja Resolute Desk di Oval Office. Foto tersebut disertai tulisan singkat, “PSA: Trump is still your President” atau “Pengumuman untuk publik: Trump masih presiden Anda.”
Pesan tersebut muncul setelah Demokrat berhasil merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Senat. Hasil pemilu itu sekaligus mengakhiri kendali Partai Republik atas kedua kamar Kongres AS.
Perubahan komposisi Kongres diperkirakan memberi Demokrat pengaruh lebih besar untuk menghambat agenda legislasi Trump. Sebelumnya, Partai Republik hanya memiliki keunggulan tipis di DPR maupun Senat.
Trump sebelumnya mengakui bahwa Partai Demokrat telah menjalankan kampanye dengan baik dalam pemilu tersebut. Namun, ia berpendapat kandidat Partai Republik kemungkinan memperoleh hasil lebih baik jika dirinya ikut tercantum dalam surat suara.
Presiden AS itu juga menilai para pemilih mendukung kebijakannya terkait Iran. Meski demikian, menurut Trump, mereka kemungkinan belum bersedia menerima dampak jangka pendek berupa kenaikan harga bensin.
Trump turut memuji para kandidat Demokrat yang dinilainya telah berkampanye dengan keras. Ia menegaskan hasil pemilu tersebut bukan bentuk penolakan terhadap dirinya.
“Ini bukan pukulan terhadap saya,” kata Trump.
Meski Demokrat kini menguasai kedua kamar Kongres, Trump menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan partai tersebut dalam berbagai agenda pemerintahan.
Ia mengatakan terbuka untuk berkolaborasi dalam “banyak sekali hal”, termasuk persoalan imigrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah hasil pemilu mengubah peta kekuatan politik di Kongres AS. Dengan kendali DPR dan Senat berada di tangan Demokrat, pemerintahan Trump diperkirakan menghadapi dinamika baru dalam memperjuangkan agenda legislatifnya. (*)
Sumber: Anadolu





