News

TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi, Banyak Ternak Terserang Parasit

Bagikan:FacebookX
TEP UNAIR memberikan pendampingan mengenai kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, serta pemberian pakan
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan ternak keliling bagi peternak sapi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat (Foto: Ist/Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan ternak keliling bagi peternak sapi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Melalui program Posyandu Ternak Keliling, sebanyak 1.000 ekor sapi telah diperiksa untuk membantu peternak mendeteksi gangguan kesehatan dan menentukan penanganan yang tepat.

Program ini menjawab keterbatasan akses pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin di kawasan tersebut. Kondisi itu berisiko membuat penyakit pada sapi terlambat diketahui sehingga penanganan tidak dapat segera dilakukan.

Dari 1.000 ekor sapi yang telah diperiksa, sekitar 150–250 ekor memerlukan pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan bahwa sebagian besar sapi mengalami cacingan dan terserang parasit.

Melalui layanan ini, TEP UNAIR memberikan pendampingan mengenai kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, serta pemberian pakan. Tim juga memberikan obat cacing secara gratis dan mencatat rekam medis sapi untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan ternak milik masyarakat.

Bagi peternak, kehadiran layanan keliling tersebut membantu mengurangi beban biaya pemeriksaan kesehatan sapi. Petugas datang langsung ke lokasi peternakan sehingga peternak dapat memperoleh layanan tanpa harus mengeluarkan biaya pemeriksaan seperti yang biasanya diperlukan.

“Posyandu Ternak Keliling ini sangat membantu kami sebagai peternak. Kami bisa memeriksakan kesehatan sapi dan mendapatkan obat cacing secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya,” ujar Siswanto, peternak di kawasan SP3, Rabu (28/10/2026).

Melalui program ini, peternak didampingi untuk memahami kondisi ternak dan menentukan langkah pemeliharaan yang tepat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar sapi mengalami cacingan dan terserang parasit . Tim TEP UNAIR juga mencatat rekam medis ternak untuk memantau perkembangan dan kondisi kesehatan sapi milik masyarakat.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Papua dan penguatan kemandirian pangan hingga tingkat provinsi, bahkan kabupaten.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya peran akademisi dalam membantu masyarakat melalui Tim Ekspedisi Patriot.

“Program ini menghadirkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” ujar Menko AHY dalam sesi Town Hall pada acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026) lalu.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menekankan pentingnya komitmen peserta Ekspedisi Patriot untuk bekerja secara maksimal dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” ujar Menteri Iftitah di Jakarta pada (31/07/2026) lalu.