News

Kunjungan Wisman Kamboja Anjlok, Isu Scam Online Jadi Pemicu?

Bagikan:FacebookX
Jumlah kedatangan regional mengalami penyusutan tajam, dengan jumlah wisatawan asal Vietnam turun 28 persen menjadi 651.486 dan wisatawan asal China turun 27,6 persen menjadi 643.314
Ilustrasi lokasi wisata kamboja (Foto: Unsplash/Christian Holzinger)

Jakarta, Jurnas.com - Jumlah kedatangan regional mengalami penyusutan tajam, dengan jumlah wisatawan asal Vietnam turun 28 persen menjadi 651.486 dan wisatawan asal China turun 27,6 persen menjadi 643.314, demikian menurut laporan tersebut, yang juga menyebutkan bahwa jumlah wisatawan yang datang dari AS mengalami penyusutan yang lebih ringan, turun 5,6 persen menjadi 140.276.

Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak mengaitkan tren penurunan tersebut dengan hambatan berat di tingkat regional dan global.

Dia menyebutkan bahwa penurunan tersebut sebagian besar dipicu oleh pemberitaan negatif seputar jaringan penipuan daring, ketegangan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand, serta konflik di Timur Tengah yang telah memicu kenaikan harga bahan bakar dan meredam antusiasme wisata global.

Pariwisata tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian Kamboja, bersanding dengan sektor pertanian, konstruksi dan properti, serta ekspor hasil manufaktur seperti pakaian jadi, alas kaki, dan perlengkapan perjalanan.

Penurunan drastis ini sangat kontras dengan kondisi sepanjang 2025, ketika negara di Asia Tenggara tersebut menyambut 5,57 juta wisman dan menghasilkan pendapatan kotor sekitar 3,87 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.116).

Thong Mengdavid, wakil direktur Pusat Studi Tiongkok-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, menyatakan optimisme yang kuat bahwa jumlah wisman akan pulih kembali dalam beberapa tahun mendatang.

"Komitmen kuat Kamboja untuk memberantas penipuan daring akan memulihkan reputasi internasionalnya dan membangun kembali kepercayaan di kalangan wisatawan global," katanya kepada Xinhua.

"Dengan mengurangi hambatan perjalanan dan secara aktif menangani masalah keamanan, Kamboja pasti akan berhasil menarik kembali wisatawan global, baik yang baru pertama kali berkunjung maupun yang sudah pernah berkunjung sebelumnya."