Lumajang, Jurnas.com - Potensi bahaya lahar hujan (lahar dingin) kembali mengintai wilayah di sekitar lereng Gunung Semeru. Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur area puncak memicu luncuran endapan material vulkanik ke sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatatkan adanya getaran banjir lahar di seismograf akibat tingginya debit air yang membawa material batuan dan pasir. Aliran lahar ini bergerak melintasi beberapa jalur sungai utama, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Ancam Permukiman dan Akses Warga
Peristiwa lahar hujan yang terjadi secara berkala saat musim hujan kerap membawa dampaknya secara langsung. Selain mengikis dinding sungai dan merusak tanggul pembatas, material lumpur tebal bercampur batu berukuran besar kerap memutus jalan penghubung antardusun di daerah Pronojiwo dan Candipuro.
Beberapa penambang pasir dan warga yang berada di sekitar DAS Besuk Kobokan diimbau untuk segera menghentikan aktivitas begitu terdengar tanda peringatan atau getaran banjir dari hulu.
Status Gunung Semeru dan Imbauan BPBD
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Siaga (Level III). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama BPBD Kabupaten Lumajang mengeluarkan beberapa poin arahan keselamatan bagi masyarakat:
- Sterilisasi Zona Bahaya: Dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak.
- Sempadan Sungai: Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
- Waspada Luapan: Mengimbau warga di sepanjang aliran Besuk Sat, Besuk Bang, dan Besuk Kembar untuk mewaspadai potensi lahar susulan serta bahaya sekunder jika hujan terus berlangsung.
Pemerintah daerah mengimbau warga di sekitar bantaran sungai agar tetap tenang namun selalu siaga mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama saat cuaca mendung atau hujan deras di kawasan hulu.






