https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Deteksi Dini Tekan Kematian Akibat Kanker Payudara

Redaksi | Sabtu, 29/05/2021 13:33 WIB



Pentingnya deteksi dini kanker payudara menurut dr. Hardina, karena hingga saat ini belum diketahui penyebab kanker payudara. Kepala IGD RS Kanker Dharmais Jakarta, dr. Hardina Sabrida, MARS (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menjaga kesehatan merupakan hal yang wajib diupayakan setiap waktu. Sebab, kesehatan akan terasa mahal harganya ketika sudah tertimpa penyakit.

Demikian pula untuk urusan menjaga kesehatan payudara, dengan cara rutin melakukan periksa payudara sendiri (Sadari) maupun periksa payudara secara klinis (Sadanis).

"Deteksi dini berguna untuk mengetahui dan mengantisipasi supaya tidak terjadi Kanker payudara. Kenapa penting? Karena kanket payudara bisa menyebabkan kematian jika sudah menyebar ke organ-organ tubuh," terang Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Hardina Sabrida, MARS dalam kegiatan `Virtual Praktik Periksa Payudara Sendiri` yang digelar Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pada Sabtu (29/5), dan diikuti oleh 26 peserta dari pengurus YKPI, anggota SKP Kartika dan SKP Dian.

Baca juga :
Enam Gejala Kanker Payudara yang Kerap Tidak Disadari

Pentingnya deteksi dini kanker payudara menurut dr. Hardina, karena hingga saat ini belum diketahui penyebab kanker payudara. Selama ini, kanker payudara diantisipasi melalui berbagai faktor risikonya.

Faktor risiko tersebut antara lain, haid di bawah usia 12 tahun, perempuan tidak menikah, perempuan menikah tidak punya anak, perempuan memiliki anak di atas usia 30 tahun, terapi hormonal jangka panjang tanpa dikontrol dokter, hingga riwayat kanker dari keluarga.

Baca juga :
Tujuh Tips Cegah Kanker Payudara Sejak Dini

"Juga orang yang pernah menjalani operasi tumor payudara jinak. Pada orang yang pernah operasi tumor payudara jinak, ada risiko kanker payudara. Bukan berarti bila tumor payudara jinak pasti kanker payudara, tapi bila kita punya punya riwayat tumor jinak payudara, harus lebih ketat menjalankan pola hidup sehat," papar dr. Hardina.

Ditambahkan oleh dr. Hardina, deteksi dini Sadanis dianjurkan bagi masyarakat yang mendapati benjolan atau keluhan yang tidak biasa pada payudara.

Baca juga :
Ivan Gunawan Ajak Masyarakat Gencarkan Deteksi Dini Kanker Payudara

Terdapat beberapa ragam pemeriksaan melalui Sadanis, di antaranya mamografi dan USG. Hanya saja khusus untuk mamografi, lanjut dr. Hardina, diperuntukkan bagi perempuan minimal berusia 40 tahun.

"Tidak usah khawatir dengan mamografi, yang katanya sakit atau nyeri. Itu tidak benar. Jadi itu yang harus kita sampaikan ke masyarakat agar masyarakat tidak takut untuk melakukan mamografi. Kemudian ada yang bilang radiasi mamografi akan mempengaruhi abcd. Perlu diketahui, radiasi yang ada itu sudah sesuai dosis untuk melihat kelainan di payudara, jadi tidak menyebabkan efek samping apa-apa," tegas dr. Hardina.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kanker Payudara YKPI Deteksi Dini Menjaga Kesehatan

Terkini | Minggu, 17/05/2026 19:49 WIB

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

News

Saudi Razia Massal Pendatang Ilegal, 9.576 Orang Ditangkap

Humanika

Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya

News

Nasabah PNM ULaMM Sulap Limbah Kayu Pantai Kerajinan Bernilai

Gaya Hidup

Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia

Humanika

Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777