https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bamsoet Ajak Para Organisasi Kepemudaan Tangkal Paham Radikalisme

Aliyudin Sofyan | Rabu, 17/02/2021 10:30 WIB



potensi generasi Z pada rentang usia 14-19 tahun, yang terpapar radikalisme mencapai 12,7 persen. Sementara generasi millenial yang berumur 20-39 tahun mencapai 12,4 persen. Bamsoet usai menerima pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Selasa (16/2/21).

JAKARTA, jurnas.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai penyebaran radikalisme melalui berbagai platform media sosial. Sebagaimana temuan riset Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2020 yang melaporkan potensi generasi Z pada rentang usia 14-19 tahun, yang terpapar radikalisme mencapai 12,7 persen. Sementara generasi millenial yang berumur 20-39 tahun mencapai 12,4 persen.

"Dari segi jenis kelamin, persentase perempuan yang terpapar paham radikalisme mencapai 12,3 persen, sedangkan kaum laki-laki sebesar 12,1 persen. Gen Z dan milenial menjadi sasaran empuk lantaran mereka sangat aktif mengakses internet dan pengguna aktif berbagai platform media sosial," ujar Bamsoet usai menerima pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Selasa (16/2/21).

Para pengurus PII yang hadir antara lain Ketua Umum Husin Tasrik, Korps PII Wati Azkia, Badan Pengembangan Organisasi Ikhsan Azhar, dan Badan Pengembangan Pelajar Afian Dwi Prasetyo.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Bamsoet menjelaskan, menurut laporan Hootsuite dan We Are Social 2020, dari 175,3 juta penduduk Indonesia yang sudah terkoneksi internet, rata-rata menghabiskan hampir delapan jam untuk berselancar di internet. Mayoritasnya, sebanyak 171 juta atau 98 persen dari pengguna internet Indonesia, menggunakan ponsel untuk mengakses internet.

"Menurut BNPT, sebanyak 82,8 persen pengguna internet di Indonesia pernah menerima informasi keagamaan via internet. Jika tidak hati-hati, mereka bisa saja mendapatkan informasi yang sesat, sehingga malah melahirkan radikalisme dan ekstrimisme," jelas Bamsoet.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Bamsoet juga mendorong para pemuda di berbagai organisasi bernafaskan keagamaan seperti PII untuk aktif menyebarkan narasi keagamaan yang mencerahkan di berbagai platform media sosial. Dengan demikian bisa menekan penyebaran radikalisme dan ekstrimisme di media sosial.

"Generasi muda islam Indonesia harus senantiasa mengamalkan islam yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’addul (keadilan). Jangan berikan ruang sedikit pun bagi radikalisme dan ekstrimisme," pungkas Bamsoet.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bamsoet PII Radikalisme Generasi Muda

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777