https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dua Teknik Pernapasan Ini Ampuh untuk Redakan Stres

Redaksi | Senin, 10/08/2020 08:47 WIB



Spesialis urologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Rachmat Budi Santoso, Sp.U menyebut terdapat dua teknik pernapasan pereda stres, pertama Pernapasan Ha (Ha Breathing), kedua Pernapasan Dalam (Deep Breathing). Ilustrasi olah napas (Foto: Adobe Stock)

Jakarta, Jurnas.com - Mengatur pernapasan merupakan kegiatan yang lekat dengan aktivitas yoga. Namun siapa sangka, teknik pernapasan rupanya juga berguna untuk meredakan stres.

Spesialis urologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Rachmat Budi Santoso, Sp.U menyebut terdapat dua teknik pernapasan pereda stres, pertama Pernapasan Ha (Ha Breathing), kedua Pernapasan Dalam (Deep Breathing).

Ha Breathing merupakan teknik pernapasan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan bunyi `ha` dari dalam mulut. Ini tujuannya mengerem supaya sistem saraf simpatis tidak mendominasi, sehingga sebaliknya saraf parasimpatis bisa menguasai keadaan.

Baca juga :
Plt Sesjen MPR Bagikan Kisah Inspiratif Lawan Ketakutan Deteksi Dini

"Ini teknik yang sangat membantu ketika darurat. Misalnya tiba-tiba ada orang di depan menampar muka kita, itu kan sudah darurat, jadi supaya kita tidak marah keluarkan napas `ha`," terang dr. Santo dalam kegiatan webinar `Smart Healing: Tips dan Teknik Healing bagi Pasien Kanker` pekan lalu.

Selanjutnya ialah deep breathing atau olah napas. Teknik ini dilakukan dengan cara menarik napas dalam enam hitungan, dan membuang napas dalam enam hitungan.

Baca juga :
Ternyata Begini Cara Kanker Pankreas Kamuflase dari Sistem Imun

"Kalau melakukan ini, emosi tidak akan mengendalikan diri kita gila-gilaan," jelas dr. Santo.

Bagaimanapun, lanjut dr. Santo, stres memang penting untuk menguji seberapa kuat seseorang menghadapi suatu keadaan. Namun demikian, stres berlebihan dapat memengaruhi sistem imun.

Baca juga :
Alasan Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun

"Ada banyak ribuan peristiwa kimia saat mengalami stres, kalau semua energi terkuras ke stres, mana energi untuk sistem imun," ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.

Selain itu, saat seseorang stres maka produksi hormon kortisol dan adrenalinnya akan meningkat. Sebaliknya, sistem imun menjadi menurun.

"Pikiran kita bisa memengaruhi sistem imun. Kalau kita bisa menendalikan emosi dan pikiran, maka sistem imun kita bisa lebih baik," sambung dia.

Lebih lanjut dr. Santo menambahkan, menghindari stres sangat penting dilakukan oleh para pasien kanker, khususnya pasien kanker payudara dalam melewati tahapan pengobatan.

Sebab hanya dengan pikiran yang positif, maka sistem imun di dalam tubuh akan semakin kuat, yang pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan (healing).

"Kalau kena kanker pasti orang akan stres atau emosional. Saat itu, metabolisme biokimia di dalam tubuhnya akan berubah sama sekali dari orang normal. Maka obat yang harusnya efektif, akan berkurang karena yang diobati mengalami stres atau emosional," tandas dr. Santo.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Teknik Pernapasan Kanker Payudara Sistem Imun YKPI

Terkini | Senin, 18/05/2026 17:10 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777