https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jazilul: Tradisi Keilmuan Pesantren Bertahan di Masyarakat

Herwin Wijaya | Minggu, 08/03/2020 18:10 WIB



tradisi keilmuan yang biasa digalakkan pesantren, masih bertahan dikalangan masyarakat. Di hadapan anggota Lembaga Bahtsul Masail Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik Jawa Timur, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid

Jakarta, Jurnas.com - Di hadapan anggota Lembaga Bahtsul Masail Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik Jawa Timur, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengapresiasi budaya pembahasan masalah sehari-hari yang terus dijaga dan dilestarikan dikalangan masyarakat NU. Lestarinya Bahtsul Masail menurut JaziIul menandakan bahwa tradisi keilmuan yang biasa digalakkan pesantren, masih bertahan dikalangan masyarakat.

Ke depan, tradisi Bahtsul Masail harus terus digalakkan, termasuk kepada generasi millenial. Agar generasi muda tahu, proses lahirnya hukum tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang, termasuk menggunakan kajian ilmiah yang tidak sederhana.

"Teknologi sudah memudahkan kebutuhan dalam hidup. Tetapi generasi muda tidak boleh terlena dengan teknologi. Mereka juga harus mengetahui proses penciptaan sebelum bisa dinikmati, dan itu bisa diajarkan melalui kegiatan Bahtsul Masail," kata JaziIul menambahkan.

Baca juga :
Menghapus Dosa Dua Tahun, Ini Deretan Keutamaan Puasa Arafah

Pernyataan itu disampaikan Jazilul Fawaid saat memberikan sambutan pada acara pembahasan masalah keseharian yang dilaksanakan Lembaga Bahsul Masail PC. NU Kabupaten Gresik Jawa Timur. Acara tersebut berlangsung di Masjid Soghir (langgar gede) KH.Umar Burhan Gresik, Jalan nyai ageng arem arem no 35 kota Gresik, Minggu (8/3). Ikut hadir pada acara tersebut Rois Suraih PC. NU Kabupaten Gresik KH. Robbah Ma`sum, dan Ketua DPRD Kabuoaten Gresik Fandy Ahmad Yani.

Dimasa lalu, menurut Jazilul kebiasaan melaksanakan Bahtsul Masail, tampak dalam proses lahirnya Pancasila yang banyak melibatkan para ulama. Bahkan, Pancasila kata Jazilul merupakan perasan Bahtsul Masailnya para kyai. Dan kalau bukan para kyai yang ikut menyusun, maka Indonesia tidak akan hadir dan berdiri sampai saat ini.

Baca juga :
Lawan Persebaya, Pelatih Persik Tak Ubah Gaya Bermain Timnya

"Selain dimensi ilmiah, Bahtsul Masail juga mengembangkan tradisi silaturrahim dan menjaga lestarinya kitab-kitab kuning yang dihasilkan ulama-ulama terdahulu," kata Jazilul lagi.

Baca juga :
Warga Gaza Kembali Gagal Haji Imbas Pembatasan oleh Israel
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777