https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

BMKG: Mamberamo Zona Gempa Paling Aktif di Papua

Untung Subagja | Senin, 20/01/2020 16:35 WIB



Para pakar asing terkadang menyebut zona sumber gempa aktif ini sebagai Mamberamo Deformation Zone (MDZ) atau Mamberamo Thrust and Fold Belt  Ilustrasi BMKG

Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, Mamberamo adalah zona sumber gempa paling aktif di Papua. Wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks.

Disebut seismik aktif karena kedua wilayah ini memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi. Disebut kompleks karena di wilayah ini memiliki banyak sebaran sumber gempa utama dengan berbagai segmentasi sesar dan splay (percabangannya).

Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN), wilayah Kabupaten Sarmi dan Jayapura dilalui oleh struktur sesar aktif yaitu Sesar Anjak Mamberamo dengan magnitudo tertarget mencapai M 7,5.

Baca juga :
Timwas Haji DPR Soroti Distribusi Obat dan Penguatan Layanan Kesehatan

Para pakar asing terkadang menyebut zona sumber gempa aktif ini sebagai Mamberamo Deformation Zone (MDZ) atau Mamberamo Thrust and Fold Belt (MTFB).

"Karena kondisi tektonik yang aktif inilah maka wajar jika wilayah Sarmi dan Jayapura menjadi kawasan yang sangat rawan gempa," kata Kepala Bidang Mitigasi, Gempabumi, dan Tsunami BMKG Daryono, dalam unggahan di akun resmi media sosial Instagramnya, daryonobmkg, Senin (20/1/2020).

Baca juga :
Setjen DPR Tekankan Kepemimpinan Kolaboratif Wujudkan Birokrasi Adaptif

Pernyataan ini disampaikan menyusul gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi, Papua, Sabtu malam (18/1/2020). Gempa dengan magnitudo M 6,1 tersebut terjadi menjelang tengah malam pada pukul 23.38.14 WIB.

BMKG mencatat, pusat gempa berada pada koordinat 2,77 LS dan 139,52 BT tepatnya di darat pada jarak 108 km arah Barat Kota Jayapura. Berdasarkan lokasi episenternya, tampak bahwa gempa ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo. Karena episenternya di daratan, maka gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Baca juga :
Komisi V DPR Wajibkan Pemerintah Selesaikan Perlintasan Sebidang

Dampak guncangan gempa ini dirasakan di Sentani dalam skala intensitas IV MMI, beberapa warga sempat terbangun dari tidur akibat gempa yang mengguncang tiba-tiba. Sementara itu di Jayapura dan Sarmi guncangan dirasakan mencapai skala intensitas |||-|V MMI, Yahukimo dan Keerom ||| MMI, dan Wamena II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut.

Hingga Minggu pagi (19/1/2020) hasil monitoring BMKG sudah mencatat sebanyak 10 kali gempa susulan. Gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai M 5,2 dan terkecil M 2,7. Gempa ini juga memiliki satu gempa pembuka yang terjadi sebelum gempa utama dengan kekuatan M 4,3.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

BMKG Mamberamo Gempa terkini papua

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777