https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketahui Anak Down Syndrome Sejak Masa Kehamilan

Eka Wahyu Pramita | Minggu, 28/07/2019 23:32 WIB



Melalui kemajuan teknologi dengan pemeriksaan kondisi anak dengan Down Syndrome bisa diketahui sejak awal.  Ilustrasi USGKehamilan

Jurnas.com - Seorang ibu yang sedang hamil dan melahirkan terlalu muda atau terlalu tua dapat menanggung anak dengan down syndrome. Umur yang terlalu muda untuk hamil dan bisa dipakai di bawah 20 tahun dan terlalu tua di atas 35 tahun.

Menurut National Down Syndrome Society, seorang perempuan berusia 25 tahun memiliki satu dari 1.300 kemungkinan memiliki bayi dengan DS; usia 30 tahun risiko akan meningkat menjadi satu dari 1.000; pada usia 35 tahun akan meningkat lagi menjadi satu dari 350; pada usia 40 meningkat lagi hingga satu dari 90 diharapkan; dan usia 45 risiko satu dari 30 kemungkinan. Risiko DS ini akan meningkat seiring bertambahnya usia perempuan dan perempuan yang lebih besar dari yang seharusnya.

Menurut Aryani Saida Ketua Umum 1 Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS), risiko menurun sindrom dapat diketahui sejak masa kehamilan melalui metode:

Baca juga :
Beragam Makanan yang Bisa Memancing Kontraksi agar Cepat Melahirkan

1. Tes seleksi

Dalam tes skrining dapat melakukan pemeriksaan dengan USG atau tes darah untuk mengetahui apakah perempuan memiliki risiko kelainan genetik.

Baca juga :
Ibu Hamil dan Dua Anak Kembarnya Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Namun, kelemahan dari tes ini adalah dapat memberikan hasil false-positif (hasil tes untuk pasien tertentu), atau false-negative (hasil tes untuk pasien tidak memiliki fakta tertentu padahal ada kondisi yang terjadi).

Dengan USG, dokter dapat melihat apakah janin mengalami peningkatan pada usia 12 minggu. Janin dengan down syndrome memiliki masalah jantung sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh sehingga memerlukan penimbunan cairan di pinggir badan dan menyebabkan penebalan.

Baca juga :
Perlindungan Anak Down Syndrome Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

2. Tes diagnostik

Beberapa metode yang dilakukan dalam tes diagnostik adalah dengan membuka cairan ketuban atau jaringan pada plasenta muda.

3 . Amniosentesis

Amniosentesis adalah prosedur pengambilan cairan ketuban dengan jarum untuk dilakukan pengujian. Amniosentesis dilakukan pada minggu ke 14-18 dan perlu waktu sekitar 2 minggu untuk mendapat hasil dari sindrom yang menurun atau tidak.

Risiko dari prosedur ini antara lain kesulitan memecahkan, keguguran, perdarahan, indeksi atau bocornya cairan ketuban.

4. Pengambilan Sampel Chorionic Villus (CVS)

Prosedur mengambil jaringan dari plasenta muda atau lapisan chorionic untuk dilakukan pengujian. CVS umum dilakukan antara 10-12 minggu pertama kehamilan. Sama seperti amniosentesis, prosedur ini juga memiliki risiko keguguran sekitar 3-5 persen.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ibu Hamil Down Syndrom

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777