https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penyebab Alergi pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

Eka Wahyu Pramita | Jum'at, 12/04/2019 08:30 WIB



Orang tua perlu memahami faktor penyebab alergi agar penanganan tepat dan sesuai dengan jenis alergi yang dimiliki anak. Ilustrasi bayi ngemil

Jakarta, Jurnas.com - Alergen bisa berupa makanan atau sesuatu terhirup. Penyebabnya susu sapi, kacang kedelai, kacang tanah dan telur. Bisa juga yang berupa terhirup seperti tungau, dan sejenisnya. Penyebab yang paling sering adalah tungau. Penyebab utama alergi yang terhirup. Hidup di debu-debu rumah.

Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr, SpA(K), M.Kes, - Konsultan Alergi dan Imunologi Anak mengatakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi pada si kecil, antara lain riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar dan polusi termasuk polusi udara dan asap rokok.

"Gejala umum yang sering muncul ketika alergi adalah gangguan pada kulit seperti muncul bintik-bintik merah, gangguan saluran pernapasan seperti asma, dan gangguan saluran pencernaan," ucap dr Budi.

Baca juga :
Gejala dan Faktor Risiko Kanker Serviks yang Wajib Diwaspadai

Ada faktor-faktor risiko anak timbul alergi di kemudian hari. Pertama, ada riwayat alergi pada keluarga, jadi kalau ada riwayat dia ada risiko yang tinggi. Kemudian kelahiran caesar, Anak-anak yang lahir sesar alergi lebih tinggi daripada anak yang lahir normal, kemudian asap rokok (aktif pasif).

"Salah satu faktor adalah riwayat keluarga, apabila kedua orangtua mempunyai alergi itu si anak punya risiko kena alergi 40-60 persen. Meningkat 80 persen jika kedua orangtua mempunyai alergi yang sama," lanjutnya.

Baca juga :
Penyebab Gagal Ginjal yang Paling Umum dan Harus Diwaspadai

Orang tua, lanjut dr Budi perlu mengenali apakah anak memiliki risiko atau tidak. Kenali anak ini gejala alergi ya seperti apa: kulit, saluran napas, dan saluran cerna. Gumoh, perut mulas itu mungkin salah satu alergi di saluran cerna.

Lalu kapan anak diketahui alergi?
"Misalnya tidak demam kejadian malam dan pagi hari, ingus tidak kental dan berwarna itu kemungkinan alergi. Padahal makan daging makan ati makan di rumah bareng tungau. Penyebab bukan makanan tapi tungau. Pertama mengenali gejala alergi," ucapnya.

Baca juga :
Bunda, Ini Faktor Risiko Stunting yang Wajib Dihindari

Hal menentukan yang paling penting adalah menanyakan pada orangtua, 90 persen mengira penyebabnya apakah waktu gejala muncul kejadiannya di rumah atau luar rumah.

Kalau ragu dengan jawaban orang tua bisa melakukan tes kulit atau di darah. Jadi yang namanya alergi jumlah sedikit apapun dapat menimbulkan gejala. Penyebabnya dihindari sama sekali. Tidak ada istilah diberikan sedikit-sedikit. Penyebab harus dihindari sama sekali walaupun gejala ringan sedang.

"Apabila si kecil sudah terindikasi memiliki alergi susu sapi, ia tetap membutuhkan alternatif sumber protein untuk pemenuhan nutrisi. Anak dengan risiko alergi masih dapat mengonsumsi alternatif susu sapi, seperti susu pertumbuhan yang mengandung formulasi khusus terhidrolisis ekstensif, asam amino, susu dengan bahan dasar kedelai," ucapnya.

Perlu diketahui, alergi pada si Kecil yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Selain itu, si kecil dengan alergi berisiko mengali keterlambatan pertumbuhan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Alergi Anak Faktor Risiko

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777