https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Alasan Meisya Siregar Lakukan Veneer Gigi

Eka Wahyu Pramita | Kamis, 11/04/2019 07:15 WIB



Mendapatkan pengalaman buruk dengan bleaching membuat Meisya mencari alternatif lain, ia pun mencoba veneer gigi. Meisya Siregar miliki alasan khusus saat memilih metode veener (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Aktris dan presenter Meisya Siregar mengaku sering merasa pusing karena giginya sangat sensitif. Pemutihan gigi dengan cara bleaching memang menggunakan bahan kimia yang bisa membuat gigi menjadi sensitif.

Setelah konsultasi dengan dokter gigi dan rutin menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, ia berani mencoba cara lain untuk memutihkan giginya.

Awalnya, istri Musisi Bebi Romeo ini tidak ingin menggunakan veneer karena dia sudah merawat giginya dengan baik dari kecil. Meisya pun sempat mencoba bleaching. 

Baca juga :
Usai Lebaran Meisya Siregar Tampil Beda

“Akhirnya aku coba bleaching, dapat warna 1-2 tingkat lebih putih. Tapi bleaching itu luar biasa membuat gigi aku cenderung jadi sensitif banget,” jelas ibu tiga anak ini.

Akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan veneer, yaitu bahan yang digunakan untuk melapisi gigi agar terlihat lebih putih dan rapi.

Baca juga :
Kepedulian Meisya Siregar pada Korban Erupsi Gunung Sinabung

“Ada dua pilihan. Veneer porcelain lebih mahal. Gigi juga harus disesuaikan, pekerjaannya juga lama banget, enggak cukup sekali selesai dan harus beberapa kali. Sedangkan veneer komposit lebih cepat, tidak ada pengikiran dan hanya ada pengasahan sedikit saja,” lanjut Meisya.

Selain itu, menurut Mesiya veneer komposit tidak mengubah bentuk gigi, jadi terlihat lebih natural. Harganya juga lebih murah dibanding veneer porcelain. 

Namun, tentu ada juga kekurangan dari veneer komposit. “Kekurangannya veneer komposit itu menyerap warna dari makanan dan minuman yang kita konsumsi,” kata Meisya.

Misalnya jika makan dan minum yang mengandung warna yang kuat, warna gigi cepat berubah. Jadi, Meisya harus kembali ke dokter untuk membersihkannya. Selain itu, veneer komposit juga tidak permanen seperti veneer porcelain, dan bisa dilepas kapan saja.

Meski begitu, Meisya merasa puas dengan hasil veneernya. Dia menjadi lebih rajin menjaga giginya, karena ingin menjaga warna gigi agar selalu terlihat putih dan cantik.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Meisya Siregar Veneer Gigi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777