https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Miris, Hanya 19 Bahasa Daerah Berstatus Aman

Redaksi | Kamis, 21/02/2019 17:01 WIB



Pasalnya hingga saat ini hanya 19 bahasa daerah yang berstatus aman. Sementara puluhan lainnya masuk kategori punah, kritis, hingga mengalami kemunduran. Anak-anak Suku Badui (foto: Brilio)

Jakarta, Jurnas.com – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dadang Sunendar memandang perlu langkah strategis dalam memelihara kekayaan bahasa yang dimiliki oleh Indonesia.

Pasalnya hingga saat ini hanya 19 bahasa daerah yang berstatus aman. Sementara puluhan lainnya masuk kategori punah, kritis, hingga mengalami kemunduran.

“Dari 668 bahasa daerah yang telah dicatat dan diidentifikasi, baru 74 bahasa yang telah dipetakan vitalitas atau daya hidupnya berdasarkan kajian vitalitas bahasa pada 2011—2017,” ujar Dadang pada Kamis (21/2) di Jakarta.

Baca juga :
Wamendikdasmen: Pelestarian Bahasa Daerah Jangan Berhenti di Buku Sastra

“Kemudian, terdapat 11 bahasa yang dikategorikan punah, empat bahasa kritis, 22 bahasa terancam punah, dua bahasa mengalami kemunduran, 16 bahasa dalam kondisi rentan,” imbuh dia.

Dadang memaparkan, pemetaan bahasa daerah di Indonesia belum tuntas, karena belum memasukkan ragam dialek dan sub-dialek.

Baca juga :
Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

Dia menargetkan ke depan identifikasi bahasa daerah di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat juga dituntaskan.

“Jumlah hasil pemetaan tersebut tentunya akan bertambah, seiring bertambahnya jumlah daerah pengamatan dalam pemetaan berikutnya,” ungkap Dadang.

Baca juga :
Penguatan Bahasa Daerah Mesti Dimulai dari Sekolah

Kepunahan bahasa daerah masih menjadi tantangan yang signifikan dalam meningkatkan kontribusi keanekaragaman bahasa dan multilingualisme, untuk pembangunan yang berkelanjutan di bidang pendidikan.

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), keanekaragaman bahasa dan multilingualisme dapat menjadi bagian integral untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu mendorong pendidikan berkualitas dan merata, dan pendidikan sepanjang hayat.

Ditargetkan, penggunaan bahasa daerah dan pendidikan multilingualisme dapat mendorong pemerataan pendidikan yang berkualitas untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Data UNESCO mengungkapkan keanekaragaman bahasa semakin terancam, karena semakin banyak bahasa yang hilang. Setiap dua minggu rata-rata satu bahasa hilang. Hal itu setara dengan hilangnya warisan budaya dan intelektual bangsa itu sendiri.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bahasa Daerah Dadang Sunendar

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

Humanika

Sabtu, 11/07/2026 01:30 WIB

11 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Jum'at, 10/07/2026 20:01 WIB

Sejumlah Alasan Menikah Memerlukan Mahar

Jum'at, 10/07/2026 17:01 WIB

Begini Tata Cara Salat Hajat, Catat Ya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777