https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Indonesia, Negara dengan Beban TBC Tertinggi Ketiga di Dunia

Eka Wahyu Pramita | Sabtu, 24/11/2018 20:36 WIB



Risiko penularan TBC dapat dikurangi jika semua pasien TBC dapat ditemukan dan diobati sampai sembuh. Ilustrasi batuk.(Foto: Google)

Jakarta - Selain stunting, Indonesia adalah negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan China. WHO Global TB Report 2018 memperkirakan insiden TBC sebesar 842.000 kasus dengan mortalitas 107.000 kasus.

Menteri Kesehatan Nina F Moeloek mengatakan penularan TBC dapat dikurangi jika semua pasien TBC dapat ditemukan dan diobati sampai sembuh.

"Akan tetapi, dewasa ini, dari 842.000 kasus, baru 53 persen yang ternotifikasi dan diobati, sisanya belum diobati atau sudah diobati namun belum dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Selain underreporting, MDR TB dan TB HIV juga merupakan masalah terkait tuberkulosis yang perlu mendapat perhatian. Estimasi insiden TB HIV sebesar 36.000 kasus, dengan mortalitas 9.400 kasus, sedangkan MDR TB diperkirakan sebanyak 23.000 kasus.

TBC berdampak besar terhadap sosial dan keuangan pasien, keluarga dan masyarakat. Sebagian besar infeksi terjadi pada usia produktif antara 15 dan 54 tahun. Meskipun diagnosis dan pengobatan tuberkulosis gratis, pasien TB menghadapi biaya transportasi, akomodasi, gizi dan kehilangan penghasilan karena ketidakmampuan untuk bekerja.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Beban keuangan yang tinggi dapat menyebabkan pasien tidak mendapatkan diagnosis, tidak memulai pengobatan, bahkan dapat berhenti pengobatan. Kondisi tersebut akan berisiko tinggi menularkan penyakit ke orang lain dan dapat berkembang menjadi Multidrug Resistant TB (MDR-TB).

Beban terbesar dari kerugian TBC diakibatkan kehilangan waktu produktif karena kecacatan dan kematian dini. Beban TBC di Indonesia per tahun sebesar Rp. 24,7 Milyar, sedangkan TB MDR yaitu 5,5 milyar. Dampak kerugian ekonomis akibat penyakit TBC sekitar 130,5 milyar, TB-MDR sebesar 6,2 milyar.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Dalam mencapai Eliminasi TBC tahun 2030, diperlukan strategi akselerasi melalui 6 langkah yaitu: (1) penguatan peran dan kepemimpinan program berbasis kabupaten/ kota, (2) peningkatan akses layanan yang bermutu, (3) pengendalian faktor risiko penularan TBC, (4) peningkatan kemitraan, peningkatan kemandirian masyarakat, (5) penguatan manajemen program dan (6) penguatan sistem dan manajemen TBC melalui berbagai upaya termasuk penelitian dan pengembangan.

Diperlukan dukungan multi sektor, utamanya dalam upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko TBC. Contoh faktor risiko TBC adalah gangguan gizi yang dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi. Status gizi berpengaruh pada penurunan daya tahan tubuh dalam menghadapi invasi kuman.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Oleh karena itu, stunting akan berpengaruh pada kemampuan balita dalam melawan kuman TBC. Balita stunting lebih rentan tertular penyakit TBC dibandingkan dengan balita gizi normal.

Peran multi sektor atau multi aktor sangat penting bagi keberhasilan pencapaian derajat kesehatan masyarakat melalui intervensi gizi serta eliminasi penyakit menular khususnya tuberkulosis (TBC).

"Ini bukan hanya tanggungjawab Kementerian Kesehatan, namun perlu melibatkan semua pihak baik di pusat dan daerah, lembaga sosial kemasyarakatan, akademisi, organisasi profesi, media massa, dunia usaha serta mitra pembangunan melalui penerbitan peraturan perundangan dan pertemuan multisektoral," ungkap Nina.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Beban TBC Masalah Kesehatan

Terkini | Rabu, 20/05/2026 10:59 WIB

News

Puan Buka Paripurna Bahas Kebijakan Fiskal 2027, Presiden dan Wapres Hadir

News

Misbakhun Sebut KEM-PPKF Disampaikan Prabowo jadi Tradisi Baru

Humanika

4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

News

Legislator PKB Sarankan Prabowo Tempuh Jalur BoP untuk Bebaskan Jurnalis RI

News

KPK Limpahkan Dua Perkara Korupsi Sudewo ke Penuntutan

News

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Minta Tata Kelola Sekolah Rakyat Diperkuat

Gaya Hidup

Ini Sejarah dan Makna dari Peringatan Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei

News

Misbakhun Soroti ADK Ex Officio LPS: Jangan Sekadar Datang, Duduk, Diam

News

Baleg DPR Kaji Tumpang Tindih Penentuan Kerugian Negara di Kasus Korupsi

News

Misbakhun Tegaskan Penyesuaian Tugas DK LPS Wajib Dikonsultasikan ke DPR

News

Wamensos Pastikan Renovasi Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Mulai Jalan

Humanika

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Setiap 20 Mei, Ini Sejarahnya

News

Menhaj Bertolak ke Saudi Pimpin Amirulhaj, Pastikan Layanan Jemaah Terkawal

Gaya Hidup

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Humanika

Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

Humanika

Begini Pola Hidup Sehat yang Diajarkan Rasulullah

Humanika

Apa Penyebab Dam saat Haji dan Cara Membayarnya?

Olahraga

Valentino Rossi Ingin Pertahankan 1 Rider Italia untuk Timnya di 2027

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777