https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tingkatkan Kohesi Sosial, Ditjen PDTu Gelar Festival Perdamaian di Papua

Rizki Ramadhan | Selasa, 07/08/2018 14:10 WIB



Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) menggelar Festival Perdamaian dan Pranata Adat di kabupaten Nabire, Selasa (7/8) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) menggelar Festival Perdamaian dan Pranata Adat di kabupaten Nabire, Selasa (7/8).

NABIRE - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) menggelar Festival Perdamaian dan Pranata Adat di kabupaten Nabire, Selasa (7/8).

Direktur Pengembangan Daerah Pasca Konflik Sugito mengatakan, festival ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dimulai dari Aceh Singkil dan Maluku Tengah beberapa waktu lalu. “Tiga Kabupaten termasuk Nabire sudah kami laksanakan dari total sebanyak delapan kali di tahun 2018 ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan Kelima kabupaten yang akan menjadi lokasi berikutnya adalah Landak, Bangkalan, Lombok Timur, Sigi, dan Timor Tengah Utara.

Baca juga :
12 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Kasus Pembunuhan 2 Personel Brimob di Nabire

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut, lanjut Sugito, adalah untuk meningkatkan kohesi sosial masyarakat dan meminimalisir terjadinya gesekan horizontal. “Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat memberikan motivasi semangat kebersamaan, semangat kegotong-royongan, semangat untuk perdamaian, agar kita dapat hidup rukun dan damai, serta dapat melestarikan nilai-nilai budaya dan menjadi kohesi antar suku bangsa di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," harapnya di hadapan masyarakat dan Bupati Nabire Isaias Douw.

Sugito menambahkan, selain gelaran festival, secara infrastruktur, Ditjen PDTu sudah membangun balai pertemuan pada 2016 lalu yang diperuntukan sebagai tempat interaksi sosial warga dan pusat pembelajaran bersama bagi warga Nabire.

Baca juga :
Tiba di Nabire, Dirjenpas Kunjungi Anggota Lapas yang Terluka Dipukul Napi

Beragam acara mulai dari lomba jalan, lomba tiup pikon (alat musik asli suku pedalaman papua), lomba dayung perahu hias, serta hiburan musik turut meramaikan festival ini.

Penciptaan kohesi sosial melalui festival ini sejatinya juga merupakan salah satu cara dalam manajemen dan pengelolaan konflik sebagaimana Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial. UU ini merupakan salah satu keseriusan Pemerintah dalam upaya mendorong pembangunan yang berbasiskan adat dan kearifan lokal. Ketentuan tersebut juga ditegaskan bahwa upaya penanganan konflik sosial di Indonesia diprioritaskan melalui pendekatan pranata adat dan kearifan lokal.

Baca juga :
Mafirion Desak Komisi XIII Segera Bentuk Panja Pemasyarakatan

Sebagai salah satu unit kerja yang fokus pada daerah pascakonflik, perbatasan, pulau kecil terluar, rawan bencana, dan rawan pangan tentunya banyak melaksanakan kebijakan sesuai dengan karakteristik-karakteristik tersebut. Di Nabire, PDTu juga telah membangun fasilitas air bersih dan kapal penumpang untuk masyarakat Nabire dengan total lebih kurang 5 miliar lebih dalam kurun waktu 2015 s.d 2018 ini. Untuk tahun 2019 mendatang, Ditjen PDTu sudah merencanakan untuk membangun gudang produksi pangan, embung serta sarana dan prasarana pascapanen untuk meningkatkan ketahanan pangan di Nabire

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Ditjen PDTU Nabire

Terkini | Minggu, 25/10/2026 17:59 WIB

News

Target Khamis Mushait, Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi

News

Ajak Rakyat Rasional, Fahri: Kebijakan Prabowo untuk Menutup Kebocoran

News

Bentrokan Pecah di Roma, Massa Lempar Benda Peledak ke Polisi

Gaya Hidup

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya

News

Widya Pratiwi Kawal Penerbitan 27 Sertipikat Tanah Transmigran di Maluku

News

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Penjaga Hutan dan Pencegah Karhutla

News

Kabut Asap 2026: Krisis Tidak Dapat Dibebankan kepada Indonesia Semata

News

Waspada Modus BSU 2026, Kemnaker Minta Pekerja Lindungi Data Pribadi

News

Bandara Riyadh Ubah Terminal Mulai 25 Oktober, Penumpang Diminta Cek Jadwal

News

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Humanika

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi dalam Hadis Nabi Muhammad

News

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Humanika

Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

Humanika

Pentingnya Mendengarkan Nasihat dari Orang Bijak

Kesehatan

Kampanye Kesadaran Kesehatan Paru-Paru Setiap 25 Oktober, Ini Tujuannya

Gaya Hidup

Mengenal Sejarah Hari Opera Sedunia yang Diperingati Setiap 25 Oktober

Gaya Hidup

Mengapa Hari Pasta Sedunia Diperingati Setiap 25 Oktober?

Gaya Hidup

Hari Seniman Internasional Setiap 25 Oktober, Ini Sejarahnya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777