https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hadiri Peluncuran Buku Laksamana Sukardi, Mendes PDTT Ajak Move On

Rizki Ramadhan | Selasa, 07/08/2018 08:05 WIB



Perjalanan demokrasi Indonesia dari rezim orde lama hingga reformasi terus mengalami dinamikanya. Pascareformasi, secara bersama-sama pemerintah dan partai politik berhasil menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan negara yang mampu melaksanakan pembangunan ekonomi di tengah persaingan global yang ketat Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menghadiri acara peluncuran buku “Di Balik Reformasi 1998” di Jakarta Senin 6/8.

JAKARTA - Perjalanan demokrasi Indonesia dari rezim orde lama hingga reformasi terus mengalami dinamikanya. Pascareformasi, secara bersama-sama pemerintah dan partai politik berhasil menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan negara yang mampu melaksanakan pembangunan ekonomi di tengah persaingan global yang ketat.

Menghadiri peluncuran buku karya Laksamana Sukardi yang menyajikan bahasan tersebut yang berjudul "Di Balik Reformasi 1998" yang merupakan Catatan Pribadi Laksamana Sukardi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyambut baik hadirnya buku ini karena bisa dijadikan pembelajaran dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.

"Saya menyambut baik buku ini. Timing-nya tepat karena mendekati hari kemerdekaan. Selama 73 tahun Indonesia merdeka, mengalami beberapa rezim, orde lama, orde baru, reformasi, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Mudah-mudah buku ini bisa merefresh kita untuk tidak mengulang kesalahan masa lalu atau dendam masa lalu, kita mesti move on," katanya saat menghadiri Peluncuran & Diskusi Buku "Di Balik Reformasi 1998" di Menara Imperium Jakarta, Senin (6/8).

Baca juga :
Revitalisasi Kearifan Lokal Sebagai Wahana Perdamaian Desa

Ia menlanjutkan, tiap rezim mengalami dinamikanya. Pada saat rezim orde lama, walaupun negara masih miskin tapi berani menentang PBB dan mampu mengikuti Asian Games. Pada rezim orde baru mulai meningkat ekonominya. Kemudian dikoreksi zaman reformasi yang diharapkan membuat Indonesia dikenal dan ekonomi lebih maju.

"Kita negara besar. Kita tidak sedang melakukan lari sprint, nafas kita bisa habis. Kenapa ada soft coming? Perlu ada wisdom dan jiwa besar untuk memaintenence bangsa ini. Tidak boleh menuntut kesalahan masa lalu," katanya.

Baca juga :
Mendes Eko Berharap Indonesia-Malaysia Kian Menguatkan

Dirinya melanjutkan, Indonesia adalah Negara dengan 1 Triliun GDP. Negara no 16 di dunia. Tahun 2045 diprediksi menjadi negara no 4 dunia.

Sementara itu, Laksamana Sukardi mengatakan tujuan penyusunan buku ini adalah agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah dan mampu menjaga warisan yang diberikan gerakan reformasi.

Baca juga :
Pembangunan Pertanian China Bisa Jadi Inspirasi Pegiat Desa

"Buku ini berisi catatan pribadi saya, yang pada sekitar tiga dasawarsa silam, sebagai seorang pemuda, memutuskan menanggalkan jabatan sebagai seorang eksekutif profesional bidang perbankan untuk ikut mendukung gerakan reformasi Indonesia. Buku ini juga mengungkap catatan pengalaman saya di era pascareformasi, sebagai menteri yang dituntut bergelut memecahkan berbagai masalah politik-ekonomi akibat krisis multidimensional 1998," terangnya.

Pakar Ilmu Politik dari Northwestern University, USA, Jeffrey A. Winters mengatakan Indonesia sudah memiliki demokrasi yang cukup matang. Ditandai dengan pemilihan umum tepat waktu, setiap pemilu tanpa banyak kekerasan, banyak partai, dan punya sistem politik untuk mengetahui siapa sebelumnya yang akan menang.
"Banyak tanda bahwa Indonesia maju," pungkasnya.

Peluncuran dan diskusi buku ini dihadiri juga oleh beberapa menteri kabinet kerja, Sukmawati Soekarnoputri, para pembicara peneliti politik Sirojudin Abbas, dan Firman Noor.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Eko Putro Sandjojo

Terkini | Minggu, 25/10/2026 17:59 WIB

News

Target Khamis Mushait, Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi

News

Ajak Rakyat Rasional, Fahri: Kebijakan Prabowo untuk Menutup Kebocoran

News

Bentrokan Pecah di Roma, Massa Lempar Benda Peledak ke Polisi

Gaya Hidup

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya

News

Widya Pratiwi Kawal Penerbitan 27 Sertipikat Tanah Transmigran di Maluku

News

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Penjaga Hutan dan Pencegah Karhutla

News

Kabut Asap 2026: Krisis Tidak Dapat Dibebankan kepada Indonesia Semata

News

Waspada Modus BSU 2026, Kemnaker Minta Pekerja Lindungi Data Pribadi

News

Bandara Riyadh Ubah Terminal Mulai 25 Oktober, Penumpang Diminta Cek Jadwal

News

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Humanika

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi dalam Hadis Nabi Muhammad

News

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Humanika

Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

Humanika

Pentingnya Mendengarkan Nasihat dari Orang Bijak

Kesehatan

Kampanye Kesadaran Kesehatan Paru-Paru Setiap 25 Oktober, Ini Tujuannya

Gaya Hidup

Mengenal Sejarah Hari Opera Sedunia yang Diperingati Setiap 25 Oktober

Gaya Hidup

Mengapa Hari Pasta Sedunia Diperingati Setiap 25 Oktober?

Gaya Hidup

Hari Seniman Internasional Setiap 25 Oktober, Ini Sejarahnya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777