https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Catatan YLKI Terhadap Kontroversi Susu Kental Manis

Eka Wahyu Pramita | Selasa, 10/07/2018 10:15 WIB



Masih menyoal polemik susu kental manis, YLKI meminta agar BPOM tidak tebang pilih dan hanya fokus ada satu produk Ada empat hal yang harus diperhatikan oleh produsen, importir, distributor produk susu kental manis (Foto: Istimewa)

Jakarta - Seperti diketahui, BPOM baru saja mengeluarkan edaran mengenai "Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya".  Inti dari surat edaran tersebut adalah untuk melindungi konsumen, terutama anak-anak, dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Beberapa poin utama yang diatur meliputi aspek periklanan, pemasaran, dan juga klaim dari produk yang bersangkutan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak tebang pilih dalam masalah Susu Kental Manis (SKM).

YLKI juga memberikan apresiasi atas upaya BPOM untuk meningkatkan perlindungan konsumen via surat edaran tersebut.

Baca juga :
Tragedi Kereta Bekasi, BPKN RI Sebut Sistem PT KAI Perlu Dievaluasi Total
Namun, dalam keterangan resmi yang diterima Jurnas.com, YLKI memberikan dua catatan terhadap surat edaran tersebut. Pertama, YLKI meminta agar BPOM tidak tebang pilih dan hanya fokus pada produk SKM.

Menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, masih banyak produk makanan dan minuman kemasan yang berkarakter sama dengan produk SKM seperti minuman sari buah atau jus, yang mengklaim dan ilustrasi kemasannya seolah penuh dengan kandungan buah atau sari buah. Tetapi, ternyata isinya lebih banyak mengandung gula daripada sari buah.

Baca juga :
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya
"Ada pula jenis dan merek minuman yang sangat digemari anak-anak, yang kandungan gulanya jauh lebih tinggi daripada produk SKM," ucap Tulus. Hal seperti ini, menurut Tulus harus segera ditertibkan oleh BPOM, sebagaimana produk SKM.

Kedua, apabila BPOM hanya terfokus pada produk SKM, YLKI menduga BPOM terjebak pada perang dagang dan persaingan tidak sehat antar produsen susu.

Baca juga :
Hari Konsumen Sedunia Diperingati 15 Maret, Ini Sejarah hingga Tujuannya
"Informasi yang diperoleh YLKI bahwa mencuatnya polemik produk SKM karena adanya perang dagang antara produsen susu bubuk, yang produknya kurang berkembang dan produk SKM dijadikan "tersangka". Jika fenomena ini benar, maka kebijakan tersebut menjadi kebijakan yang tidak sehat," ucapnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

YLKI Susu Kental Manis Konsumen

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777