https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

OSO: Awas! Mengganggu Warga Bali akan Berhadapan dengan Saya

Supianto | Kamis, 15/03/2018 06:06 WIB



Menurut Oso, orang Bali datang ke Sukadana tahun 1960-an, tepatnya ketika Gunung Agung di Bali meletus tahun  1963. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengunjungi desa Sedahan Jaya, Bali, Rabu (13/3).

Sukadana - Setelah terpukau melihat praktek toleransi yang ditunjukkan masyarakat Kayong Utara, Kalimantan Barat, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta itu, kembali dibuat bangga melihat hal yang sama yang di Sukadana.

Hal itu disampaikan usai menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu (14/3), dan kemudian bertolak ke desa Sedahan Jaya, desa yang penduduknya berasal dari Bali.

"Saya dengar dari kepala desa. Warga Bali di desa ini memiliki toleransi yang luar biasa. Mereka tidak pernah menimbulkan keributan,"  kata Oso.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

Menurut Oso, orang Bali datang ke Sukadana tahun 1960-an, tepatnya ketika Gunung Agung di Bali meletus tahun  1963. Para pendatang dari Bali ini bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat.

"Sama persis seperti kalau ke Bali kita menyesuaikan dengan adat istiadat setempat. Begitu juga dengan orang Bali melakukan penyesuaian di Sukadana, tepatnya di Desa Sedahan Jaya," jelas Oso

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal
Toleransi juga ditunjukkan masyarakat Sukadana. Tidak ada persoalan agama. Baik agama Hindhu maupun Islam yang mayoritas bisa hidup berdampingan dan rukun di Sukadana.

"Mereka bisa menyatu padu dan hidup damai serta mengerjakan sesuatu secara bersama-sama," ujar Oso.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim
Oso menegaskan siapa saja yang mengganggu kerukunan di Sukadana akan berhadapan dengannya.

"Awas, siapa saja yang mengganggu mereka (warga Bali) akan berhadapan dengan saya. Tidak boleh ada SARA di desa ini," tandas Oso.

Di Desa Sedahan Jaya tercatat sebanyak 126 kepala keluarga dengan jumlah 476 jiwa. Mereka adalah generasi kedua. Sementara itu Gede Pasek melihat warga Bali di Desa Sedahan Jaya ini sudah betah tinggal di Sukadana.

"Saya melihat mereka menikmati hidup di sini," ujarnya.

"Tadi saya tanya apakah pernah pulang ke Bali atau tidak. Mereka pernah pulang tapi tetap ingin balik ke Sukadana. Ini menandakan mereka betah di sini," sambungnya.

Anggota MPR dari Bali ini berharap warga Bali bisa terus berkembang bersama masyarakat setempat.

"Bisa menjaga kerekatan persaudaraan, kekeluargaan, dan kebersamaan dengan maayarakat setempat," ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Sukadana

Terkini | Rabu, 29/07/2026 04:13 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777