Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Ratusan mantan pejabat militer, diplomatik, dan intelijen Israel meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menghentikan "teror pemukim" di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan pada Selasa (28/7), hampir 600 mantan pejabat tersebut mengimbau Trump dan menyebutnya sebagai satu-satunya sosok yang mampu mencegah "bencana" eskalasi kekerasan di Tepi Barat serta dampaknya terhadap keamanan Israel, AS, dan kawasan.
"Jika tidak dihentikan dengan cepat dan tegas, eskalasi kekerasan di Tepi Barat siap membakar kawasan dan membawa dampak serius bagi keamanan Israel maupun kepentingan regional AS," bunyi surat yang ditulis oleh kelompok lobi Commanders for Israel`s Security (CIS).
"Menurut penilaian profesional kami, tidak ada seorang pun selain Anda, Tuan Presiden, yang dapat mencegah bencana ini," tulis surat tersebut.
CIS merupakan gerakan zionis yang beranggotakan lebih dari 550 pensiunan kolonel dan jenderal tentara Israel, serta jajaran perwira setingkat di Mossad, Shin Bet, Kepolisian Israel, dinas luar negeri, dan korps lainnya. Misi resmi kelompok ini adalah "mengamankan masa depan Israel sebagai rumah demokratis yang kuat bagi kaum Yahudi".
CIS juga menuliskan bahwa sudah "bukan rahasia lagi" jika anggota pemerintah tertentu "mengatur sebagian besar kekacauan ini", termasuk dengan melindungi para pemukim dan pasukan Israel dari jeratan hukum.
Lonjakan aksi "teror pemukim Yahudi" berisiko menimbulkan konsekuensi yang bahkan bisa jauh lebih katastropik daripada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke Israel beserta dampak multidimensinya, ungkap kelompok tersebut.
Kelompok ini menyerukan agar Trump mengangkat isu tersebut saat bertemu dengan Netanyahu di Washington, D.C., pada Selasa.
Surat ini muncul setelah terjadinya aksi pengerusakan massal (pogrom) dan kekerasan meluas oleh pemukim Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki pada akhir pekan lalu, menyusul aksi baku tembak mematikan di kota Tal yang menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina.
Jurnalis Al Jazeera, Nour Odeh, melaporkan bahwa surat tersebut sejalan dengan berbagai peringatan dari otoritas pertahanan Israel terhadap tindakan para pemukim Israel yang "mengambil inisiatif sendiri", "menentukan keputusan" atas nama tentara Israel, hingga "membahayakan nyawa para prajurit Israel".
Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Trump pada Selasa dalam kunjungan ketujuhnya ke Gedung Putih selama masa jabatan kedua Trump. Kunjungannya berlangsung di tengah jeda eskalasi pertempuran terbaru antara Iran dan AS untuk memberi ruang bagi upaya-upaya diplomasi.
Selasa, 28/07/2026 22:04 WIB
Selasa, 28/07/2026 21:55 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB