https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Zulkifli Hasan Ajak Media Redam Isu SARA

Redaksi | Jum'at, 29/12/2017 18:59 WIB



Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap pada pemilihan (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada September 2018 isu-isu seperti, suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) bisa diredam. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan refleksi akhir tahun bersama wartawan parlemen, di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Jumat (29/12).

Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap pada pemilihan kepala daerah dan pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada September 2018, isu-isu seperti, suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) bisa diredam.

"Persoalan SARA, perbedaan dan keragaman sudah selesai 72 tahun lalu. Jangan lagi kita mempersoalkan agama, suku, dan latar belakang. Jangan lagi kita mempersoalkan apa yang sudah disepakati 72 tahun lalu," kata Zulkifli Hasan yang mulai popular dengan Zulhasan dalam refleksi akhir tahun bersama wartawan parlemen, di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Jumat (29/12).

Zulhasan mengajak kalangan media (cetak, online, dan elektronik) untuk meredam bersama-sama isu-isu seperti SARA. Kalangan media perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Jika tidak diberi edukasi, masyarakat akan mempercayai media sosial.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

"Mari kita bersama-sama untuk meredam. Tugas MPR adalah menjaga persatuan. Saya berharap media membantu MPR untuk meluruskan kembali janji-janji kebangsaan," sambungnya.

Zulhasan juga berharap pada tahun politik itu, kontestasi Pilkada tidak lagi mempertaruhkan segalanya. Jangan lagi Pilkada menghalalkan segala cara. Pilkada adalah adu konsep dan gagasan. Setelah persaingan, kita bersatu lagi sebagai saudara.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

Dari berbagai diskusi, Zulhasan mengungkapkan bahwa persoalan utama kita adalah kesenjangan dan ketidakpercayaan masyarakat. Publik tidak percaya pada lembaga parlemen (DPR), partai politik, dan ormas-ormas besar secara struktural. Penyebabnya DPR, parpol, dan ormas tidak memperjuangkan apa yang dirasakan masyarakat.

Selain itu, publik juga merasakan kehilangan pengamat politik dan ekonomi yang kritis. Peran pengamat politik dan ekonomi yang kritis sudah diambil alih para ulama dan penceramah agama. Kondisi ini diperparah degan Pilkada yang menggunakan isu SARA.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim

"Kondisi ini melahirkan saling curiga, saling menista, dan nilai persaudaraan kebangsaan yang mulai memudar. Ini disebabkan mampetnya saluran aspirasi masyarakat," pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777