https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perang Nuklir Bisa Bikin Dunia Kehilangan Makanan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Agus Mughni | Sabtu, 26/07/2025 22:05 WIB



Dalam studi baru dari Penn State University, para ilmuwan mensimulasikan dampak musim dingin nuklir terhadap produksi jagung global, salah satu sumber pangan utama dunia. Ilustrasi uji coba atau tes nuklir (Foto VOA Indonesia)

Jakarta, Jurnas.com - Perang nuklir tak hanya mematikan lewat ledakan. Ia juga bisa memadamkan sinar matahari, menurunkan suhu global, dan membuat panen gagal total — sebuah skenario yang dikenal sebagai nuclear winter.

Dalam studi baru dari Penn State University, para ilmuwan mensimulasikan dampak musim dingin nuklir terhadap produksi jagung global, salah satu sumber pangan utama dunia. Hasilnya mengkhawatirkan: penurunan produksi bisa mencapai 80 persen, bahkan lebih jika faktor radiasi ultraviolet ikut diperhitungkan.

Jagung Jadi Indikator Kerapuhan Sistem Pangan

Tim peneliti mensimulasikan enam skenario perang nuklir, dari konflik regional hingga global, dengan jumlah jelaga di atmosfer antara 5 hingga 165 juta ton. Dalam skenario paling ringan, panen jagung turun 7 persen. Dalam skenario terburuk — ditambah paparan radiasi UV-B akibat rusaknya lapisan ozon — penurunan bisa mencapai 87 persen.

Baca juga :
Perkuat Ketahanan Pangan, DPR Dorong Percepatan Program Strategis Kementan

Jagung dipilih karena sensitivitasnya terhadap suhu dan cahaya, sekaligus mewakili nasib banyak tanaman pangan lain.

“Bahkan penurunan 7 persen pun cukup untuk mengguncang sistem pangan global,” ujar Yuning Shi, peneliti dari Penn State.

Baca juga :
Pemanasan Global Disebut 5.000 Kali Lebih Cepat dari Evolusi Padi

Kit Ketahanan Pangan, Solusi di Tengah Kegelapan

Meski ancamannya besar, tim peneliti juga mengusulkan solusi: “agricultural resilience kits” — paket benih tahan dingin dan cepat panen, yang bisa ditanam bahkan dalam kondisi ekstrem. Jika digunakan secara tepat, varietas ini bisa meningkatkan hasil panen hingga 10 persen meskipun dalam kondisi musim dingin nuklir.

Kit ini dirancang untuk disesuaikan dengan iklim dan kondisi lokal, agar komunitas tetap bisa bertani saat sistem pangan global lumpuh.

Baca juga :
Jet F-16 NATO Tembak Jatuh Drone Ukraina di Estonia

“Ketahanan pangan bukan soal teknologi saja, tapi juga soal kesiapsiagaan,” kata Armen Kemanian dari Penn State.

Peringatan untuk Dunia

Lebih dari sekadar skenario perang, studi ini menyoroti betapa rapuhnya sistem pangan kita. Dampak serupa juga bisa terjadi akibat bencana besar lain seperti letusan gunung api atau gangguan iklim ekstrem.

“Ini pengingat bahwa kita bergantung pada keseimbangan biosfer,” ujar Kemanian.

Studi ini tidak meramalkan masa depan, tapi memberi pelajaran penting: jika dunia ingin bertahan dari bencana global, kita harus siap sejak sekarang.

Studi lengkap tersedia di jurnal Environmental Research Letters. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Nuklir Sistem Pangan Ketahanan Pangan

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 04:07 WIB

Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

Olahraga

Presiden Persija: Staf Pelatih Musim Depan Ditentukan Shin Tae-yong

Olahraga

Fokus Juara, Persija Depak Tujuh Pemain Asingnya Musim Lalu

Ekonomi

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

Humanika

Begini Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunnah Rasulullah agar Berpahala

News

ASDP Salurkan Rp 1 Miliar Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Budaya Bali

News

MUI Minta Hukuman Pelaku LGBT Lebih Berat dari Perzinaan

News

Gandeng LAN, Kemnaker Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

News

Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi

News

Kejagung: Hery Susanto Terima Rumah Terkait Korupsi Tambang Nikel

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777