https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Satelit Palapa dan Regenerasinya Sepanjang Empat Dekade

Agus Mughni | Rabu, 09/07/2025 21:59 WIB



Setiap 9 Juli, Indonesia memperingati Hari Satelit Palapa—hari bersejarah yang menandai peluncuran Satelit Palapa A1 pada tahun 1976 Ilustrasi Hari Satelit Palapa 2025 (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap 9 Juli, Indonesia memperingati Hari Satelit Palapa—hari bersejarah yang menandai peluncuran Satelit Palapa A1 pada tahun 1976. Momen ini menjadi titik awal Indonesia membangun sistem komunikasi modern secara mandiri.

Dikutip dari laman Komdigi, peluncuran Palapa A1 bukan sekadar pencapaian teknologi, tapi juga simbol ambisi nasional untuk menyatukan Nusantara lewat konektivitas. Nama “Palapa” sendiri diambil dari Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada, sebagai lambang tekad untuk mempersatukan wilayah kepulauan Indonesia.

Proyek ini dimulai dengan peluncuran Satelit Palapa A1 dari Cape Canaveral, Florida, menggunakan roket Delta 2914. Satelit pertama buatan Hughes Aircraft Company ini memiliki berat 574 kg dan dirancang untuk menjangkau seluruh Indonesia serta negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

Baca juga :
Baleg DPR: Kewenangan Hitung Kerugian Negara Milik BPK

Palapa A1 beroperasi di bawah pengawasan Perumtel—sekarang Telkom—dan berperan dalam menghubungkan layanan komunikasi nasional, siaran TVRI, serta kebutuhan pertahanan. Karena satelit memiliki umur operasional terbatas, Indonesia terus melakukan regenerasi satelit dalam beberapa dekade berikutnya.

Setahun kemudian, Indonesia meluncurkan Palapa A2 sebagai satelit cadangan untuk menjaga stabilitas jaringan jika A1 mengalami gangguan. Meski tidak sebesar A1 dalam sejarah publik, perannya penting sebagai penjamin kesinambungan sistem komunikasi nasional.

Baca juga :
Ini Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Sesuai Syariat Islam

Pada tahun 1983, Indonesia kembali membuat lompatan besar dengan meluncurkan Palapa B1 melalui pesawat ulang-alik Challenger. Satelit ini menjadi yang pertama dari seri B dan dioperasikan oleh pusat kendali di Elsegundo, California serta SPU Cibinong di Indonesia.

Sayangnya, peluncuran Palapa B2 pada tahun berikutnya mengalami kegagalan akibat kerusakan motor perigee. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan Palapa B2P yang diluncurkan pada 1987 setelah penundaan karena insiden meledaknya Challenger.

Baca juga :
KPK Periksa Pengusaha Heri Black Terkait Korupsi Bea Cukai

Peluncuran B2P dilakukan secara konvensional menggunakan roket seperti satelit A1 dan A2, dengan tujuan menggantikan satelit-satelit awal yang masa pakainya sudah habis. Satelit ini menandai kembalinya Indonesia ke orbit setelah berbagai tantangan.

Untuk memperkuat jaringan, pemerintah kemudian meluncurkan Palapa B2R pada tahun 1990 sebagai versi pembaruan dari B2. Proyek ini melibatkan Sattel Technologies dan menggunakan peluncur Delta 6925 untuk menjangkau lebih banyak area layanan.

Dua tahun berikutnya, Palapa B4 diluncurkan sebagai satelit domestik yang fokus pada pengujian sistem transponder dan efektivitas transmisi. Dengan peluncuran ini, Indonesia semakin memperluas cakupan layanan komunikasi nasional secara merata.

Seiring berkembangnya kebutuhan komunikasi regional, Indonesia memperkenalkan Palapa C1 dan C2 pada 1996 yang memiliki jangkauan lebih luas. Satelit ini bahkan mampu menjangkau Asia Tenggara, India, sebagian Tiongkok, hingga Australia, dan dikelola oleh Satelindo yang kini dikenal sebagai Indosat Ooredoo.

Setelah jeda cukup panjang, Palapa D diluncurkan pada tahun 2009 dengan teknologi platform SpaceBus buatan Thales Alenia Space dari Prancis. Satelit ini melayani seluruh Indonesia hingga akhir masa operasinya pada 2024 dan menjadi andalan utama layanan siaran dan data nasional.

Memasuki era digital, Indonesia menghadirkan SATRIA-1 sebagai satelit generasi baru yang fokus pada pemerataan akses internet. Diluncurkan pada 2023, SATRIA-1 hadir sebagai warisan semangat Palapa yang kini bertransformasi menjadi infrastruktur ekonomi digital.

Dari A1 hingga SATRIA-1, perjalanan satelit Indonesia mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap kemandirian teknologi. Setiap generasi satelit membawa peran strategis dalam menyatukan Indonesia melalui informasi dan konektivitas.

Peringatan Hari Satelit Palapa setiap 9 Juli bukan hanya nostalgia atas keberhasilan masa lalu. Lebih dari itu, ini merupakan pengingat bahwa kedaulatan teknologi bukan pilihan, melainkan kebutuhan di tengah era global yang serba terhubung. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Satelit Palapa 9 Juli P Satelit Palapa A1 Keturunan Satelit Palapa

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 05:32 WIB

Humanika

12 Juni 2026, Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

Olahraga

Presiden Persija: Staf Pelatih Musim Depan Ditentukan Shin Tae-yong

Olahraga

Fokus Juara, Persija Depak Tujuh Pemain Asingnya Musim Lalu

Ekonomi

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

Humanika

Begini Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunnah Rasulullah agar Berpahala

News

ASDP Salurkan Rp 1 Miliar Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Budaya Bali

News

MUI Minta Hukuman Pelaku LGBT Lebih Berat dari Perzinaan

News

Gandeng LAN, Kemnaker Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

News

Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777