Gelandang Newcastle United, Bruno GuimarĂ£es (Foto: Newcastle Official Site)
Jakarta, Jurnas.com - Sebagai olahraga yang menekankan fisik, sepak bola tak pernah lepas dari pelanggaran. Ada banyak alasan pemain harus melakukan hal ini. Menjaga area pertahanan dari ancaman, atau merusak momentum lawan ketika melakukan serangan.
Namun di sisi lain, selalu ada pemain yang jadi langganan dilanggar. Entah karena gaya bermain yang eksplosif, kemampuan menggiring bola, atau pergerakan tanpa bola yang merepotkan.
Mereka ini kerap kali menjadi sasaran penghentian paksa lawan, baik dengan tekel, dorongan, atau pelanggaran taktis, meski akhirnya akan berbuah sanksi kartu dari wasit.
Gelandang asal Brasil ini menjadi yang paling sering dihantam lawan sepanjang musim. Dengan peran vital di lini tengah, dia kerap jadi target tekel keras demi memutus alur serangan Newcastle.
Dalam 37 pertandingan, Guimarães mencetak lima gol dan memainkan peran sentral dalam skema permainan tim.
Dengan kecepatan dan kemampuan mengelabui lawan, Zaccagni adalah mimpi buruk bagi bek sayap Serie A. Ia tetap tampil produktif dengan 8 gol dari 33 laga, meski terus menjadi sasaran tekel dari lawan-lawannya.
Winger energik ini tampil impresif bersama Bologna. Dalam 29 laga, dia mencetak 8 gol, namun sering dihentikan secara paksa oleh lawan karena aksinya yang berbahaya di sisi lapangan.
Gelandang muda ini tak hanya ulet dalam bertahan, tetapi juga berani membawa bola ke depan. Gaya mainnya membuatnya sering jadi incaran tekel-tekel taktis dari gelandang lawan.
Pemain bertahan yang aktif naik membantu serangan ini dilanggar 80 kali sepanjang musim. Perannya sebagai full-back modern membuatnya rentan dijatuhkan, apalagi saat overlap di sisi lapangan.
Dengan kecepatan larinya yang eksplosif, Openda jadi target empuk bagi bek Bundesliga. Meski begitu, dia tetap mencetak 9 gol dan menunjukkan konsistensi sebagai penyerang utama Leipzig.
Gelandang bertahan yang sering berduel di tengah ini juga termasuk dalam daftar. Aksinya dalam memotong dan membawa bola membuatnya jadi langganan hadangan keras.
Pemain serbabisa yang mampu bermain sebagai penyerang maupun gelandang ini mencatat jumlah pelanggaran serupa dengan Onyeka. Pergerakan aktifnya dari lini kedua sering dipatahkan dengan cara ilegal.
Cunha menjadi ujung tombak Wolves yang paling sering jadi korban pelanggaran. Pemain Brasil ini tetap tampil tajam dengan 15 gol semusim, meski kerap ditekel secara agresif.
Pemain mungil yang lincah ini sulit dihentikan tanpa pelanggaran. Kecepatannya memaksa bek lawan melakukan tekel-tekel berisiko sepanjang musim.
Kamis, 18/06/2026 16:27 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB
Kamis, 18/06/2026 08:22 WIB