https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Jose Mourinho Dijuluki The Special One?

Vaza Diva | Selasa, 27/10/2026 03:03 WIB



Nama Jose Mourinho sudah lama identik dengan julukan The Special One di dunia sepak bola. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (Foto: realmadrid.com)

Jakarta, Jurnas.com - Nama Jose Mourinho sudah lama identik dengan julukan The Special One di dunia sepak bola.

Pelatih asal Portugal tersebut dikenal karena kepribadiannya yang percaya diri, kemampuan meracik taktik, serta prestasinya meraih berbagai gelar bersama klub-klub besar Eropa.

Namun, julukan The Special One bukanlah nama yang diberikan oleh klub atau suporter. Sebutan tersebut justru berasal dari pernyataan Mourinho sendiri ketika diperkenalkan sebagai pelatih Chelsea pada Juni 2004.

Baca juga :
Bertahan di PSG, Vitinha Bikin Madrid Gigit Jari

Mourinho mengucapkan kalimat yang kemudian menjadi salah satu pernyataan paling ikonis dalam sejarah sepak bola Inggris.

"Please don`t call me arrogant, because what I say is true. I`m European champion, I`m not one out of the bottle, I think I`m a special one."

Baca juga :
Jose Mourinho Tak Mau Anak Asuhnya Terlena usai El Clasico

Artinya, "Tolong jangan menyebut saya arogan, karena apa yang saya katakan adalah benar. Saya adalah juara Eropa, saya bukan orang sembarangan, dan saya pikir saya adalah sosok yang istimewa."

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mourinho membawa FC Porto menjuarai Liga Champions musim 2003/2004.

Baca juga :
Kalahkan Barcelona, Kylian Mbappe Cetak Rekor Baru di Real Madrid

Kemenangan itu menjadi bukti kapasitasnya sebagai pelatih muda yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Berawal dari Keberhasilan Bersama Porto
Sebelum menangani Chelsea, Mourinho membangun reputasinya bersama Porto.

Di bawah arahannya, klub Portugal tersebut menjuarai Piala UEFA musim 2002/2003 dan Liga Champions musim 2003/2004. Keberhasilan menjuarai Liga Champions membuat Mourinho menjadi salah satu pelatih yang paling diperhitungkan di Eropa.

Porto mampu mengalahkan sejumlah lawan kuat hingga akhirnya menundukkan AS Monaco dengan skor 3-0 pada partai final Liga Champions 2004.

Prestasi tersebut menjadi modal Mourinho ketika menerima tantangan baru di Inggris. Pada musim panas 2004, ia ditunjuk sebagai pelatih Chelsea untuk menggantikan Claudio Ranieri.

Keberhasilan Mourinho di Porto merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum meraih kesuksesan bersama klub-klub besar lainnya.

Julukan The Special One tidak sekadar berkaitan dengan pernyataan percaya diri Mourinho. Sebutan tersebut juga melekat karena kemampuannya membuktikan kualitas melalui prestasi.

Ketika pertama kali tiba di Chelsea, Mourinho mendapat sorotan karena berani menyebut dirinya sebagai pelatih istimewa di hadapan awak media Inggris.

Mourinho kemudian menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul setelah dirinya merasa kemampuan melatihnya dipertanyakan, meskipun baru saja menjuarai Liga Champions bersama Porto.

Ia mengingat kembali momen tersebut dalam wawancara dengan Sky Sports pada 2019.

Mourinho menjelaskan bahwa dirinya merasa heran karena masih ditanya apakah sudah siap menghadapi persaingan di Premier League setelah menjuarai kompetisi tertinggi antarklub Eropa.

Mourinho akhirnya menjawab dengan cara yang percaya diri. Pernyataan tersebut menarik perhatian media dan terus melekat pada dirinya selama bertahun-tahun.

Membuktikan Julukan Lewat Prestasi di Chelsea Mourinho tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan kemampuannya di Inggris.

Pada musim pertamanya bersama Chelsea, ia langsung membawa klub London tersebut menjuarai Premier League 2004/2005. Chelsea mengakhiri musim dengan mengumpulkan 95 poin dari 38 pertandingan.

Mereka meraih 29 kemenangan, hanya mengalami satu kekalahan, dan kebobolan 15 gol. Pencapaian tersebut mengantarkan Chelsea meraih gelar liga pertama mereka dalam 50 tahun.

Kesuksesan itu berlanjut pada musim 2005/2006. Mourinho kembali membawa Chelsea menjadi juara Premier League, memperkuat reputasinya sebagai pelatih yang mampu mengubah tim menjadi kekuatan utama di Inggris.

Keberhasilannya di Chelsea membuat julukan The Special One semakin populer. Sebutan yang awalnya muncul dari pernyataannya sendiri kemudian menjadi bagian penting dari identitas Mourinho di dunia sepak bola.

Kesuksesan Berlanjut di Berbagai Negara Karier Mourinho tidak berhenti di Chelsea. Ia juga meraih gelar bersama Inter Milan dan Real Madrid.

Bersama Inter Milan, Mourinho mencapai salah satu puncak kariernya pada musim 2009/2010.

Ia membawa klub Italia tersebut menjuarai Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia dalam satu musim. Pencapaian itu menjadikan Inter sebagai klub Italia pertama yang meraih treble, yakni tiga gelar utama tersebut dalam satu musim.

Mourinho kemudian menangani Real Madrid dan berhasil membawa klub Spanyol itu menjuarai La Liga musim 2011/2012. Real Madrid mengakhiri kompetisi dengan 100 poin, sebuah pencapaian yang menunjukkan efektivitas tim asuhannya.

Keberhasilan Mourinho meraih gelar liga di Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan julukan The Special One tetap melekat meskipun ia telah berganti klub berkali-kali.

Julukan yang Menjadi Identitas Mourinho Seiring berjalannya waktu, The Special One berkembang menjadi lebih dari sekadar ungkapan dalam konferensi pers.

Julukan itu mencerminkan karakter Mourinho yang percaya diri, berani berbicara terbuka, dan tidak segan menghadapi kritik.

Gaya komunikasinya kerap memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya sebagai bentuk kepercayaan diri, sedangkan pihak lain menilainya sebagai sikap arogan.

Namun, keduanya menjadi bagian dari citra Mourinho selama berkarier di sepak bola profesional. Menariknya, Mourinho pernah menyatakan tidak ingin lagi disebut sebagai The Special One ketika diperkenalkan sebagai pelatih Inter Milan pada 2008.

Saat itu ia mengatakan bahwa dirinya adalah Mourinho dan ingin dikenal sebagai sosok yang bekerja dengan semangat serta ambisi yang sama. Meski demikian, julukan tersebut telanjur melekat kuat di kalangan penggemar sepak bola.

Dengan demikian, alasan Jose Mourinho dijuluki The Special One berawal dari pernyataannya sendiri saat bergabung dengan Chelsea pada 2004.

Keberhasilannya bersama Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid kemudian membuat julukan itu terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan kariernya.

Dan baru-baru ini ia kembali menunjukkan kualitas nya dengan mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1, dan memutus kemenangan beruntun La Blaugrana sebanyak 10 laga di Liga Spanyol, di stadion Camp Nou, pada Senin (26/10) dini hari WIB.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sepakbola Dunia Jose Mourinho The Special One Real Madrid

Jurnas Video