https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penjualan Tiket Film AI Pertama China Sepi Penonton

Mutiul Alim | Jum'at, 23/10/2026 14:10 WIB



Film fitur bergenre sci-fi thriller produksi kecerdasan artifisial (AI) pertama di China, resmi ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh negeri. Penjualan tiket bioskop film buatan AI pertama di China (Foto: CNA)

Beijing, Jurnas.com - Film fitur bergenre sci-fi thriller produksi kecerdasan artifisial (AI) pertama di China, resmi ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh negeri. Penayangan perdana film berjudul Sanxingdui: Future Past ini menjadi ujian pasar yang cukup berat bagi industri teknologi China, di tengah lesunya angka penjualan tiket presale.

Berdasarkan data dari platform tiket Maoyan, film ini dijadwalkan mengisi lebih dari 10.000 jadwal pemutaran pada hari pertama penayangannya. Proses pembuatan film berbiaya tinggi ini melibatkan hampir 100 tenaga ahli selama lebih dari dua tahun dengan total anggaran produksi mencapai 10 juta yuan atau sekitar USD$1,5 juta.

Meski diproduksi dengan investasi besar dan teknologi mutakhir, respon serta minat masyarakat umum untuk menyaksikan film ini terbilang sangat rendah. Pendapatan presale yang tercatat hingga Kamis malam hanya menyentuh angka 65.000 yuan, sementara total proyeksi pendapatan box office diperkirakan tidak mencapai 100.000 yuan.

Chief Executive Officer (CEO) Bona Film Group selaku rumah produksi, Jiang Defu, mengakui adanya tantangan besar dalam menarik minat penonton ke bioskop.

"Kami adalah yang pertama mencobanya, yang pertama mendapatkan izin rilis teater, dan yang first diuji oleh penonton. Saya pikir hal itu sama sekali tidak mudah," ungkap Jiang Defu dikutip dari CNA pada Jumat (23/10).

Kualitas visual dan jalan cerita film buatan AI ini juga mendapatkan sorotan kritis dari para penonton yang menghadiri sesi pemutaran pratinjau gratis. Salah seorang penonton, Iris Yang, menyatakan bahwa dirinya tidak akan bersedia membeli tiket jika harus membayar untuk kualitas yang disajikan.

"Jika generasi AI dapat tandingi pengalaman teater Avatar, saya pikir saya akan bersedia membayarnya," kata Iris Yang.

Sutradara AI independen, Zhang Jun, menilai bahwa penggunaan label teknologi kecerdasan buatan tidak otomatis menjadi daya tarik utama bagi publik untuk membeli tiket bioskop.

Fenomena ini berbanding terbalik dengan popularitas drama pendek AI di platform digital seperti Douyin, yang mampu meraup lebih dari 200 miliar tayangan dalam satu bulan.

Gelombang skeptisisme juga membanjiri media sosial China seperti Weibo. Para pengguna menilai bahwa publik belum siap membayar tiket bioskop untuk konten buatan AI. Sebagian besar pengguna berpendapat bahwa film buatan algoritma lebih cocok dinikmati secara gratis di platform streaming, daripada ditayangkan secara komersial di bioskop.

Di kancah global, ekspansi teknologi AI dalam industri perfilman juga memicu kekhawatiran besar di Hollywood terkait potensi ancaman terhadap lapangan kerja para pekerja seni. Sejumlah proyek film berbasis AI seperti Gods Don`t Give Gifts, dan penampilan aktor virtual Tilly Norwood dalam film Misaligned kini tengah bersiap merambah pasar internasional.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Film Buatan AI Bioskop China Penjualan Film AI

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777