Ilustrasi - Hari Cerebral Palsy Sedunia setiap 6 Oktober (Foto: RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia (World Cerebral Palsy Day) digelar secara serentak di berbagai belakangan negara pada tanggal 6 Oktober.
Momen tahunan ini hadir sebagai gerakan global untuk memperjuangkan kesetaraan hak, mengikis stigma negatif masyarakat, serta memberikan dukungan nyata bagi lebih dari 17 juta penyandang cerebral palsy di seluruh dunia.
Gerakan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2012 oleh aliansi World Cerebral Palsy Initiative, sebuah organisasi nirlaba yang didukung komunitas disabilitas dari puluhan negara.
Melalui kampanye perdana bertajuk Change My World in 1 minute, peringatan ini berfokus mendorong lahirnya berbagai inovasi serta teknologi tepat guna yang dapat membantu kemandirian para penyandang kondisi tersebut.
Secara medis, cerebral palsy atau kelumpuhan otak merupakan kelompok gangguan yang memengaruhi otot, pergerakan, dan postur tubuh seseorang.
Kondisi ini disebabkan oleh adanya perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan bagian otak pengendali motorik saat berada di dalam kandungan, proses persalinan, maupun sesaat setelah lahir.
Meskipun bersifat permanen, kondisi ini tidak memburuk seiring bertambahnya usia.
Peringatan setiap tanggal 6 Oktober menekankan pentingnya aksesibilitas pada fasilitas publik, ketersediaan alat bantu terjangkau, serta sistem pendidikan yang inklusif.
Melalui pemahaman publik yang terus meningkat, masyarakat diharapkan dapat memberikan ruang yang ramah dan setara tanpa diskriminasi bagi setiap individu.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB