https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

7 Mitos Malam Pertama yang Tidak Perlu Dipercaya

Vaza Diva | Sabtu, 26/09/2026 09:09 WIB



Berikut sejumlah mitos tentang malam pertama yang tidak perlu dipercaya begitu saja. Ilustrasi - berbagai mitos malam pertama yang tidak perlu dipercaya (Foto: Jeremy Malecki/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Malam pertama menjadi salah satu momen yang kerap membuat pengantin baru merasa penasaran sekaligus gugup.

Berbagai cerita tentang malam pertama juga banyak beredar di masyarakat.

Namun, tidak semua anggapan yang berkembang dapat dijadikan patokan.

Baca juga :
Kepala BKKBN Lebih Sarankan Pengantin Baru Pakai Pil KB daripada Kondom

Pengalaman setiap pasangan suami istri bisa berbeda, sehingga penting untuk memahami malam pertama secara realistis.

Berikut sejumlah mitos tentang malam pertama yang tidak perlu dipercaya begitu saja.

1. Malam pertama harus selalu berjalan sempurna

Malam pertama tidak harus berlangsung seperti yang dibayangkan. Pasangan yang baru menikah bisa saja merasa canggung, gugup, atau membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Baca juga :
Ini Tips Kelola Keuangan untuk Pengantin Baru

Tidak ada standar tertentu yang menentukan apakah malam pertama berjalan dengan baik atau tidak.

2. Pasangan harus langsung merasa nyaman

Kenyamanan tidak selalu muncul secara instan. Suami dan istri mungkin membutuhkan waktu untuk saling mengenal lebih dalam setelah memasuki kehidupan pernikahan.

Baca juga :
Kecewa "Anu" Suaminya Kecil, Malam Pertama Gagal

Komunikasi dan perhatian menjadi bagian penting dalam membangun rasa nyaman tersebut.

3. Rasa gugup berarti ada masalah

Rasa gugup saat menghadapi pengalaman baru merupakan hal yang wajar. Perasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya masalah dalam hubungan suami istri.

Pasangan dapat membicarakan rasa gugup tersebut agar suasana menjadi lebih rileks.

4. Semua pasangan mengalami pengalaman yang sama

Setiap pasangan memiliki pengalaman berbeda. Kondisi fisik, suasana hati, komunikasi, hingga tingkat kedekatan sebelum menikah dapat memengaruhi pengalaman masing-masing.

Karena itu, pengalaman pasangan lain tidak bisa dijadikan ukuran mutlak.

5. Malam pertama menentukan kehidupan rumah tangga

Kehidupan pernikahan tidak ditentukan hanya oleh satu malam. Hubungan suami istri akan terus berkembang melalui berbagai pengalaman setelah pernikahan.

Komunikasi, kepercayaan, tanggung jawab, dan kemampuan menghadapi persoalan bersama jauh lebih luas daripada pengalaman pada malam pertama.

6. Cerita orang lain bisa menjadi patokan

Cerita teman, media sosial, maupun berbagai konten di internet belum tentu menggambarkan kondisi setiap pasangan.

Pengantin baru sebaiknya tidak merasa harus mengikuti pengalaman orang lain. Setiap suami istri memiliki cara sendiri dalam membangun kedekatan.

7. Malam pertama tidak boleh ditunda

Ada anggapan bahwa pasangan yang baru menikah harus menjalani malam pertama pada malam setelah pesta pernikahan.

Padahal, kondisi setiap pasangan berbeda. Jika suami atau istri sedang kelelahan, kurang sehat, gugup, atau belum merasa nyaman, keduanya dapat memilih untuk beristirahat dan membangun kedekatan pada waktu lain.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pengantin Baru Malam Pertama Mitos Malam Pertama

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777