https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua DPR Apresiasi Bulgaria Jadikan Bahasa Indonesia Pelajaran di Universi

Marlen Sitompul | Senin, 14/09/2026 10:46 WIB



 DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) Republik Bulgaria, Alexander Poulev. Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) Republik Bulgaria, Alexander Poulev,

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) Republik Bulgaria, Alexander Poulev. Dalam pertemuan ini, Puan menyinggung sejarah hubungan Indonesia-Bulgaria hingga mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk di sektor pendidikan.

 

Puan menerima kunjungan Wakil PM sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta rombongan delegasinya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Baca juga :
Ketua DPR Minta Pencarian Jurnalis Hilang Dimaksimalkan

 

“Selamat datang di Jakarta, dan selamat datang di Gedung DPR RI, bangunan bersejarah dengan nilai

Baca juga :
Puan Minta Penanganan Bencana Terintegrasi di Bawah Satu Komando

yang sangat penting bagi Indonesia,” kata Puan saat menyambut Wakil PM Bulgaria.

 

Baca juga :
Ketua DPR: Wacana Penyatuan BMKG dan Badan Geologi Perlu Dikaji

Adapun Puan menyambut langsung Alexander Poulev dan rombongan di lobby Gedung Nusantara, didampingi oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Irine Yusiana Roba Putri.

 

Saat tiba di Gedung Nusantara, Wakil PM Bulgaria Alexander Poulev menandatangani piagam kehadiran ditemani Puan. Setelahnya, Wakil PM Bulgaria beserta delegasi melakukan sesi foto bersama dengan Puan dan perwakilan DPR yang hadir.

 

Dalam pertemuan, Puan menyinggung kunjungan Wakil PM Alexander Poulev yang berdekatan waktunya dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September nanti. Menurut Puan, hal ini merupakan indikasi nyata hubungan erat antara Indonesia dan Bulgaris.

 

“Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, mengunjungi Bulgaria di tahun 1961 sebagai komitmen persahabatan kedua negara,” tutur cucu Soekarno itu.

 

Puan lalu mengenang kunjungan Presiden Soekarno ke Bulgaria. Dalam lawatannya ke Bulgaria, Bung Karno membawa pulang bunga mawar khas Bulgaria yang terkenal dengan keindahan dan harumnya yang sangat wangi. Hingga saat ini, Bulgarian Rose masih dibudidayakan di Indonesia.

 

“Beliau membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri,” jelas Puan.

 

Puan pun berharap pertemuan hari ini dapat mempererat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria dan juga membuka peluang-peluang kerja sama yang bisa memberikan manfaat bersama.

 

“Yang Mulia, Indonesia memandang Bulgaria sebagai mitra penting di Kawasan Balkan dan Eropa,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

 

Menurut Puan, kemitraan Indonesia-Bulgaria tidak hanya didasari oleh kepentingan praktis, tetapi juga memiliki fondasi kesamaan nilai, khususnya demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen terhadap tatanan dunia yang berbasis aturan (rule-based international order).

 

“Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama,” sebut Puan.

 

Puan menyatakan, DPR sebagai perwakilan rakyat Indonesia mengajak Bulgaria untuk bersama-sama melakukan upaya terbaik dalam mewujudkan tatanan politik, ekonomi, dan sosial dunia yang lebih baik, maju, adil dan lebih manusiawi.

 

“Tatanan dunia yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama hubungan antarbangsa dan antarnegara. Memastikan bahwa setiap bangsa dan negara dapat maju secara bermartabat dan dihormati kedaulatannya,” tambahnya.

 

Puan memastikan, DPR terus berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama kedua negara melalui diplomasi parlemen di mana dalam konteks forum multilateral, DPR RI dan Majelis Nasional Bulgaria juga menjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung di forum-forum seperti Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Global Parliamentary Network.

 

Saat ini, Bulgaria dan Indonesia sama-sama sedang dalam proses aksesi untuk menjadi anggota dari OECD atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.

 

“Dalam konteks tersebut, kedua parlemen dapat bertukar pengalaman mengenai proses reformasi kebijakan, harmonisasi regulasi, serta penguatan tata kelola ekonomi dan investasi,” ungkap Puan.

 

Sementara dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara, Puan melihat ada potensi pengembangan yang cukup besar.

 

“Perkembangan ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Bulgaria dari tahun ke tahun telah memperlihatkan potensi yang menjanjikan. Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan kedua negara,” paparnya.

 

Puan pun menilai, Bulgaria memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Balkan dan Eropa. Menurutnya, pelabuhan Varna dan Burgas di Bulgaria dapat menjadi hub bagi produk Indonesia untuk dipasarkan di Kawasan Balkan.

 

Untuk itu, Puan berharap dukungan Pemerintah dan Parlemen Bulgaria untuk memfasilitasi hal ini. Pada saat yang sama, DPR disebut juga akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk lebih memfasilitasi Bulgaria berinvestasi dan menjual produknya di Asia Tenggara, melalui Indonesia sebagai hub.

 

“Kami juga berharap semakin banyak perusahaan Bulgaria yang melihat Indonesia sebagai basis investasi untuk pasar ASEAN dan kawasan,” ujar Puan.

 

Dalam konteks Uni Eropa, Puan berharap kerja sama ekonomi Indonesia dengan Eropa semakin meningkat, terlebih setelah rampungnya perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).

 

“Kami harap Bulgaria menjadi mitra penting Indonesia dalam memanfaatkan secara maksimal kesepakatan Indonesia-EU CEPA,” lanjut mantan Menko PMK itu.

 

“DPR RI berkomitmen memberikan dukungan parlemen melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara,” sambungnya.

 

Di sisi lain, Puan mengatakan hubungan bilateral yang kuat pada akhirnya harus bertumpu pada hubungan yang kuat antara masyarakat kedua negara. Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama sosial-budaya antara Indonesia dengan Bulgaria.

 

“Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan interaksi masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan

ketenagakerjaan,” urai Puan.

 

Secara khusus, Puan mendorong kerja sama dalam peningkatan kapasitas kepemudaan, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pemberian beasiswa.

 

“Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019,” ungkap Puan.

 

Meski kunjungan wisatawan Bulgaria ke Indonesia setiap tahunnya terus meningkat, Puan menilai masih terdapat potensi besar peningkatan kerja sama di bidang pariwisata.

 

“Karena itu, promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara perlu menjadi bagian dari agenda bersama untuk lebih membuka ruang perjumpaan langsung antara masyarakat Indonesia dan Bulgaria,” terangnya.

 

Di bidang ketenagakerjaan, Puan melihat peluang kerja sama Indonesia-Bulgaria yang cukup besar. Terutama untuk memanfaatkan pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Bulgaria.

 

“Pertemuan kita hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” ucap Puan.

 

Dengan semangat 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Bulgaria, Puan optimis hubungan Indonesia-Bulgaria kedepannya akan semakin kuat dan harmonis.

 

“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” tuturnya.

 

“Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia ke Indonesia,” pungkas Puan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ketua DPR RI Puan Maharani Kunjungan Wakil Perdana Menteri Republik Bulgaria Alexander Poulev

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777