Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 2 Curug (Foto: Muti/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), fenomena berburu bimbingan belajar (bimbel) menjadi menjadi perbincangan hangat di Tanah Air.
Di berbagai daerah, tak sedikit orang tua rela mengantre sejak subuh, membayar biaya tinggi demi mendaftarkan anaknya di lembaga bimbel ternama. Muncul anggapan umum seolah-olah masuk bimbel adalah syarat wajib jika ingin sukses menembus TKA.
Padahal, memiliki pola pikir bahwa keberhasilan TKA tergantung pada tempat bimbel adalah anggapan yang keliru. Bimbel pada dasarnya hanyalah salah satu fasilitas pendukung, bukan penentu tunggal. Kunci utama kelulusan tetap berada pada kedisiplinan, pemahaman konsep mendasar, dan strategi belajar yang tepat.
Di era keterbukaan informasi saat ini, kamu sebenarnya bisa mempersiapkan diri menghadapi TKA secara mandiri, efektif, dan tanpa perlu menguras kantong serta energi untuk mengantre bimbel.
Salah satu alasan utama siswa bergantung pada bimbel adalah godaan trik cepat atau cheat sheet. Padahal, soal-soal TKA dirancang untuk menguji daya nalar, logika, dan pemahaman konsep yang mendalam (higher-order thinking skills/HOTS).
Trik cepat sering kali gagal ketika bentuk soal sedikit dimodifikasi. Oleh karena itu, mulailah dengan membuka kembali buku teks sekolah dan materi kurikulum resmi. Pahami alasan di balik sebuah rumus atau teori, bukan hanya menghafal langkah penyelesaiannya.
Strategi paling teruji untuk memahami pola ujian adalah mengerjakan contoh soal-soal atau simulasi TKA dari laman Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kamu dapat mengaksesnya secara gratis di internet.
Saat berlatih soal, jangan hanya mengejar skor akhir. Lakukan analisis terhadap setiap kesalahan yang kamu buat. Catat materi mana yang masih sering membuatmu terkecoh, lalu fokus perbaiki bagian tersebut sebelum beralih ke paket soal berikutnya.
Perkembangan teknologi memberikan keunggulan besar bagi generasi saat ini. Kamu bisa memanfaatkan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini sebagai tutor pribadi selama 24 jam tanpa biaya.
Ketika kamu menemukan soal TKA yang sulit dibayangkan atau dibahas dengan bahasa buku yang kaku, kamu bisa meminta AI untuk menjelaskan ulang langkah demi langkah.
Kamu bahkan bisa memberikan instruksi, seperti meminta menjelaskan konsep dasar logika matematika dengan analogi sederhana yang mudah dipahami, atau meminta AI membuatkan variasi soal serupa untuk menguji pemahamanmu.
Belajar mandiri bukan berarti harus sendirian. Membentuk kelompok belajar kecil bersama teman-teman seperjuangan bisa menjadi alternatif yang sangat efektif untuk menggantikan suasana bimbel.
Dalam kelompok belajar, kamu bisa menerapkan metode Feynman, yaitu menjelaskan sebuah konsep atau cara penyelesaian soal kepada temanmu. Ketika kamu mampu menjelaskan materi sulit dengan kalimatmu sendiri hingga temanmu paham, itu tandanya kamu sudah benar-benar menguasai materi tersebut.
Hal lain yang sering ditawarkan bimbel adalah fasilitas tryout. Sebenarnya, kamu bisa mereplikasi suasana tryout sendiri di rumah.
Gunakan pengatur waktu (timer) sesuai alokasi waktu resmi TKA, matikan seluruh gangguan seperti ponsel atau media sosial, dan kerjakan soal tanpa melihat kunci jawaban.
Latihan mengondisikan diri di bawah tekanan waktu ini sangat penting agar kamu terbiasa mengatur ritme pengerjaan dan tidak panik saat hari ujian yang sesungguhnya tiba.
Ujian TKA pada hakikatnya adalah mengukur kemampuan dan potensi akademik yang sudah kamu bangun selama bertahun-tahun di sekolah. Kehadiran bimbel tidak otomatis menjamin lembar jawabanmu terisi dengan benar jika tidak diimbangi dengan usaha konsisten dari dalam diri sendiri.