https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Manfaatkan Arsip Nasional sebagai Bahan Ajar Sejarah yang Kontekstual

Eko Budhiarto | Jum'at, 28/08/2026 17:40 WIB



Dorong Pemanfaatan Arsip Nasional sebagai Bahan Ajar Sejarah yang Kontekstual

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual sebagai bagian upaya menjawab tantangan di masa depan.

"Arsip memiliki peran yang luar biasa untuk mengungkap berbagai fakta di masa lalu. Kekayaan arsip nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen yang tersimpan di rak, melainkan harus menjadi pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat, terutama sebagai sumber pembelajaran yang otentik," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Jumat (28/8).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kamis (27/8), menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Baca juga :
Edhie Baskoro: BKMT Punya Pintu di Parlemen, Kawal Aspirasi Perempuan

Langkah ini dibarengi dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Menurut Lestari, kerja sama tersebut merupakan momentum strategis untuk mendorong peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual.

Baca juga :
LCC Empat Pilar MPR Efektif Tanamkan Nilai Kebangsaan kepada Generasi Muda

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa penguatan memori kolektif bangsa melalui arsip adalah kunci untuk menjawab tantangan masa depan.

Apalagi, tambah Rerie, berdasarkan catatan ANRI pada 2025, nilai pengelolaan arsip Kemendikdasmen mencapai 98,14 dengan tingkat digitalisasi arsip mencapai 98,09.

Baca juga :
Dorong Peningkatan Minat terhadap Pendidikan Nonformal

Capaian tersebut, jelas Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, merupakan modal strategis untuk mengintegrasikan arsip ke dalam kurikulum.

Rerie mendorong agar kolaborasi serupa dapat terus diperluas dan diikuti oleh kementerian dan lembaga lainnya.

Rerie optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan kemasan yang kreatif, arsip nasional akan menjadi "dokumen hidup" yang tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan pembangun karakter generasi penerus bangsa.

"Penggunaan sumber sejarah yang kuat, diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus berdebat mengenai sejarah bangsa sendiri tanpa dasar dokumentasi yang memadai. Dengan arsip, kita membangun peradaban," pungkas Rerie.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Arsip Nasional Pembelajaran Sejarah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777