https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ayat Al-Quran yang Menjelaskan tentang Maulid Nabi

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 29/08/2026 17:45 WIB



Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan ekspresi rasa syukur dan gembira umat Islam atas hadirnya Sang Penutup Para Nabi. Ilustrasi - Membaca Al Qur`an (Foto: HO/IST VIA KONSULTASI SYARIAH)

Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan ekspresi rasa syukur dan gembira umat Islam atas hadirnya Sang Penutup Para Nabi.

Dalam tradisi keilmuan Islam, salah satu ayat Al-Qur`an yang kerap dijadikan landasan utama mengenai anjuran menyambut dan bergembira atas kehadiran Rasulullah SAW adalah Surah Yunus ayat 58.

Ayat ini memerintahkan umat manusia untuk bersukacita dan bergembira atas karunia (fadhl) serta rahmat (rahmah) yang diturunkan oleh Allah SWT.

Baca juga :
20 Contoh Ucapan Maulid Nabi 2026 yang Penuh Makna

Berikut Ini Bacaan Surah Yunus Ayat 58.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Baca juga :
Kisah Haru dan Keagungan Lahirnya Nabi Muhammad

Qul bifadhlillaahi wa birahmatihii fabidzaalika falyafrahuu huwa khairum mimmaa yajma`uun.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."

Baca juga :
Mengenal Sosok di Balik Pelopor Peringatan Massal Maulid Nabi

Melansir laman NU Online, para ulama memiliki pandangan beragam dalam menjelaskan makna "karunia" dan "rahmat" dalam ayat tersebut.

Sebagian menafsirkan karunia sebagai Islam dan rahmat sebagai Al-Qur’an. Sebagian lainnya memahami karunia sebagai Al-Qur’an, sementara rahmat adalah ketika Allah menjadikan seseorang termasuk golongan ahli Al-Qur’an.

Dalam riwayat lain yang dinukil dari Ibnu Abbas, karunia Allah dimaknai sebagai ilmu, sedangkan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad saw.

Imam Jalaluddin as-Suyuthi (wafat 911 H) mencatat penjelasan tersebut: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فِي الْآيَةِ، قَالَ: فَضْلُ اللهِ الْعِلْمُ وَرَحْمَتُهُ مُحَمَّدٌ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Artinya, “Dari Ibnu Abbas ra tentang ayat tersebut, ia mengatakan: ‘Karunia Allah adalah ilmu, sedangkan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad saw’.” (Ad-Durrul Mantsur fit Tafsir bil Ma’tsur, [Beirut: Darul Fikr, 1993 M], jilid IV, halaman 367).

Jika Nabi Muhammad dipahami sebagai salah satu bentuk rahmat Allah kepada manusia, maka bergembira atas kelahiran beliau merupakan bentuk kegembiraan atas rahmat yang sangat besar.

Dari sinilah para ulama kemudian menjelaskan pentingnya menjadikan momentum kelahiran Nabi sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebajikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Maulid Nabi Ayat Al Quran Surah Yunus 58

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777