https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jumlah Orang Hilang Akibat Banjir Nepal Tembus 2.400 Orang

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 29/08/2026 10:45 WIB



Jumlah korban hilang akibat banjir bandang Nepal melonjak melampaui 2.400 orang pada Jumat (29/9). Banjir Bandang yang menerjang Nepal (Foto: AFP/ Prabin Ranabhat)

Jakarta, Jurnas.com - Tim penyelamat di Nepal dan China masih berjuang keras pada Sabtu (29/8) untuk menemukan ribuan orang yang hilang beberapa hari setelah gelombang air dan puing-puing raksasa mirip tsunami menerjang kawasan Himalaya dan menenggelamkan desa-desa.

Jumlah korban hilang melonjak melampaui 2.400 orang pada Jumat (29/8), seiring tim darurat mengonfirmasi telah menemukan 586 jenazah—dengan beberapa korban tewas tersapu arus hingga sejauh India.

Di wilayah yang menjadi pusat proyek-proyek infrastruktur energi raksasa, otoritas penanggulangan bencana Nepal menambahkan 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ke dalam daftar orang hilang yang juga mencakup para pendaki dan peziarah ke Gunung Kailash yang disucikan di Tibet.

Baca juga :
121 Turis Asing Berhasil Diselamatkan dari Banjir Bandang Nepal

Mereka yang berhasil selamat mengaku telah kehilangan segalanya dan kini harus menghadapi masa penantian yang menyiksa untuk mengetahui nasib orang-orang tercinta yang hilang, serta prospek membangun kembali kehidupan mereka dari nol.

"Semua pemukiman di dekat sungai tersapu bersih. Tidak ada yang tersisa," ujar seorang penyintas, Buddhi Ram Dangol, kepada AFP.

Baca juga :
Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Konten AI Palsu soal Banjir

Samjhana Thing mengatakan ia telah menunggu selama tiga hari untuk mendapatkan kabar tentang saudaranya yang hilang.

"Kami tidak tahu apa-apa. Semoga dia berada di tempat yang aman," katanya.

Baca juga :
3.253 Orang Telah Dievakuasi Imbas Banjir Bandang Nepal

Pihak Palang Merah menyatakan bahwa trauma akibat katastrofe pada Rabu tersebut "sangat luar biasa," dan diperkirakan sebanyak 93.000 orang terdampak, dengan jumlah korban tewas diproyeksikan terus meningkat.

Tim darurat berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi penyintas dari zona terdampak, di mana kehancuran berskala luas menyebabkan pasokan makanan dan air bersih mulai menipis.

Upaya pencarian korban hilang kian dipersulit oleh kekhawatiran akan timbulnya banjir susulan di wilayah terdampak.

Tumpahan es dan lumpur telah membentuk danau-danau buatan yang besar, dan salah satu dari bentukan air tersebut kini menjadi ancaman langsung bagi petugas darurat yang sedang menyisir wilayah tersebut untuk mencari penyintas.

Kepolisian Nepal mengimbau seluruh personel penyelamat untuk "segera pindah ke lokasi yang aman," dengan menyebutkan bahwa mereka menerima informasi bahwa "bendungan air telah jebol kembali di sisi Tibet."

Di Tibet, di mana otoritas China menjadi satu-satunya sumber informasi, Beijing sempat menghentikan sementara operasi penyelamatan di wilayah terdampak paling parah di Gyirong karena risiko banjir susulan, sebelum akhirnya menyatakan bahwa ancaman tersebut telah mereda.

Kantor berita negara Xinhua melaporkan pada Sabtu pagi bahwa dua warga desa telah berhasil diselamatkan di wilayah tersebut.

Sumber: Arabnews

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Banjir Bandang Nepal Korban Tewas Banjir Nepal

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777