https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Singapura Ajak Negara ASEAN Berbagi Data demi Ekonomi Kawasan

Mutiul Alim | Senin, 03/08/2026 23:45 WIB



Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chung Sing mendorong negara-negara ASEAN berkolaborasi dalam pertukaran data, sektor energi, serta keuangan Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chung Sing (Foto: Straits Times)

Singapura, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chung Sing mendorong negara-negara ASEAN berkolaborasi dalam pertukaran data, sektor energi, serta keuangan, guna mendongkrak aktivitas ekonomi di seluruh kawasan.

Menurut Chan, ASEAN harus mampu melawan godaan proteksionisme data guna membuka ruang bagi lahirnya gagasan bisnis baru di Asia Tenggara.

Berbicara dalam gelaran ASEAN and Asia Forum ke-18 yang diselenggarakan oleh Singapore Institute of International Affairs (SIIA) di Parkroyal Collection Marina Bay, Chan menggambarkan data sebagai pelumas baru bagi perekonomian masa depan.

Baca juga :
Sertifikasi Tenaga Kerja Jadi Kunci Hadapi Ekonomi Asean

"Setiap sektor yang kita minati, yang memiliki potensi pertumbuhan luar biasa, akan sangat bergantung pada kelancaran arus lalu lintas data," kata Chan dikutip dari Straits Times pada Senin (3/8).

Berbeda dengan minyak bumi yang bersifat sumber daya tidak terbarukan, Chan menilai data sebagai komoditas yang justru dapat dibagikan. Peningkatan berbagi data antarnegara dapat memicu munculnya lebih banyak wawasan, produk, hingga layanan baru.

Menurut Chan, ASEAN kaya akan data karena keanekaragaman populasinya. Namun, tantangan utamanya ialah kecenderungan atau godaan proteksionisme data yang berpotensi menghambat terciptanya peluang bisnis baru.

Chan menguraikan bahwa koherensi regional tidak akan tercipta tanpa adanya stabilitas domestik di masing-masing negara. Setiap negara anggota harus membenahi diri secara internal terlebih dahulu sebelum saling mendukung demi mencapai tujuan kawasan yang lebih besar.

Dia mengingatkan proyeksi yang sering digadang-gadang bahwa pada 2030, ASEAN berpotensi menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia. Oleh karena itu, terdapat potensi besar bagi kawasan ini untuk bekerja sama mencapai sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar penjumlahan potensi individu masing-masing negara.

Di bidang energi, Chan menilai beberapa negara ASEAN berpotensi menjadi raksasa energi terbarukan global berkat kelimpahan sumber daya seperti angin, panas bumi, dan surya.

ASEAN menargetkan terwujudnya jaringan listrik regional yang terintegrasi penuh pada 2045. Sistem ini dinilai akan memberikan manfaat ekonomi langsung sekaligus berpotensi menurunkan biaya energi bagi masyarakat luas.

"Pertanyaannya adalah, apakah kita mampu mengatasi sejumlah tantangan politik domestik demi mewujudkan visi jaringan terintegrasi ASEAN ini? Saat ini kita telah memiliki beberapa komponen pendukungnya, dan kita berharap dapat terus mengembangkannya," ujar Chan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ekonomi ASEAN Proteksionisme Data Integrasi Regional Pertukaran Data ASEAN

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777