Squishy ilegal di Thailand mengandung bahan pemicu kanker (Foto: The Nation via Straits Times)
Bangkok, Jurnas.com - Institut Standar Industri Thailand (TISI) menyita hampir 20.000 mainan squishy ilegal senilai lebih dari 1 juta baht atau Rp538 juta. Pihak berwenang memperingatkan bahwa produk non-standar tersebut berpotensi memaparkan anak-anak pada bahan kimia berbahaya yang memicu kanker serta risiko kesehatan lainnya.
Ekniti Romyanon, Sekretaris Jenderal TISI, menyatakan bahwa mainan squishy dikategorikan sebagai mainan anak dan merupakan produk terawasi di bawah regulasi TISI. Oleh karena itu, produk tersebut wajib memenuhi standar keselamatan resmi Thailand.
Dia menjelaskan bahwa mainan squishy tengah menjadi tren besar di media sosial dan dijual secara masif di seluruh negeri. Namun, hasil inspeksi menemukan banyak produk di pasaran tidak mencantumkan tanda sertifikasi TIS, sehingga memicu kekhawatiran atas keselamatan konsumen, khususnya anak-anak dan remaja.
Ekniti menegaskan bahwa produk di bawah standar berisiko terkontaminasi bahan kimia berbahaya, logam berat, zat pewangi, hingga lapisan pelapis yang tidak memenuhi ambang batas aman.
Dikutip dari Straits Times pada Senin (3/8), TISI terus memantau penjualan mainan squishy secara ketat, terutama di platform online seperti TikTok, dengan menyasar toko-toko yang memiliki jumlah pengikut dan angka penonton tinggi.
Penyelidikan lebih dalam mengarahkan petugas ke enam toko besar dan pusat distribusi di kawasan Pasar Sampheng. Tim TISI kemudian diturunkan untuk melakukan inspeksi mendadak di lokasi. Hasil inspeksi di keenam toko tersebut berbuah penyitaan 19,665 unit mainan squishy non-standar dengan total nilai mencapai 1.013.109 baht.
TISI menemukan bahwa salah satu dari enam pelaku usaha bertindak sebagai penjual sekaligus importir tanpa izin, sementara lima lainnya berstatus sebagai penjual produk ilegal. Lembaga tersebut memastikan akan mengambil tindakan hukum tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Penjual produk tanpa tanda sertifikasi TIS terancam hukuman penjara hingga enam bulan, denda maksimal 500.000 baht, atau keduanya. Sementara itu, importir tanpa izin menghadapi ancaman pidana penjara hingga dua tahun, denda hingga 2 juta baht, atau keduanya.
Ekniti membeberkan bahwa mainan squishy ilegal umumnya terbuat dari bahan polyurethane dan busa kualitas rendah yang rentan menyimpan sisa senyawa organik mudah menguap (VOC) serta phthalates. Kedua zat ini dikaitkan erat dengan risiko kanker dan gangguan pada sistem endokrin (hormon).
Beberapa mainan squishy dirancang menyerupai bentuk makanan dan diberi aroma wewangian, sehingga meningkatkan risiko anak-anak memasukkannya ke dalam mulut. Hal ini tidak hanya memaparkan racun, tetapi juga memicu risiko tersedak atau penyumbatan saluran pernapasan.
Kontak secara terus-menerus atau terhirupnya zat yang menguap tersebut dapat mengganggu sistem pernapasan dan memicu reaksi alergi. Selain itu, material mainan yang mudah menyimpan kelembapan dapat menjadi sarang berkembang biaknya bakteri dan jamur jika tidak dibersihkan dengan benar, yang berpotensi menyebabkan penyakit kulit.
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB