Tendangan panenka Mohamed Salah (Foto: Goal)
Texas, Jurnas.com - Bintang andalan Mesir, Mohamed Salah, sukses mencetak gol lewat eksekusi penalti ala Panenka yang berisiko untuk membawa negaranya melaju ke babak 16 besar Piala Dunia, usai menaklukkan Australia melalui drama adu penalti.
Penyerang ikonik tersebut tampil tenang sebagai algojo dari titik putih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga menegangkan di Dallas, yang sekaligus menorehkan sejarah baru bagi tim asal Afrika Utara itu.
Skuad berjuluk The Pharaohs ini memastikan langkah mereka ke fase selanjutnya setelah menumbangkan perlawanan gigih Australia di babak tos-tosan yang menguras tenaga.
Mesir sejatinya lebih dulu memecah kebuntuan lewat gol Emam Ashour, namun keunggulan tersebut sirna akibat gol bunuh diri Mohamed Hany di babak kedua.
Lantaran babak perpanjangan waktu tak kunjung membuahkan gol tambahan bagi kedua kubu, kegagalan eksekusi dari dua penendang Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, akhirnya dimanfaatkan dengan sempurna oleh Hossam Abdelmaguid yang menjadi penentu kemenangan 4-2 dalam adu penalti.
Di tengah situasi adu penalti yang penuh tekanan dan berimbang, sang kapten sarat pengalaman itu maju berhadapan dengan kiper pengganti Mat Ryan dan melepaskan tembakan indah tepat ke arah tengah gawang.
Saat memberikan keterangan di mixed zone terkait aksi berisikonya tersebut, legenda hidup Liverpool yang kini berstatus bebas transfer itu menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan contoh nyata bagi para pemain muda di dalam skuad.
"Jika seseorang akan melakukannya, itu adalah saya. Saya lebih berpengalaman daripada yang lain, dan saya ingin memberi mereka kepercayaan diri," kata Mo Salah dikutip dari Goal pada Sabtu (4/7).
"Saya memutuskan di menit terakhir, saya tidak tahu apakah ini Piala Dunia terakhir saya atau bukan, tetapi saya harus melakukannya," dia menambahkan.
Usai berhasil memimpin negaranya meraih kemenangan perdana di fase gugur sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen ini, sang penyerang sangat menyadari betapa bersejarah dan pentingnya pencapaian yang baru saja mereka raih.
"Saya senang bahwa kami berhasil memenangkan pertandingan. Nasib buruk bagi mereka, mereka kalah adu penalti. Tetapi saya senang bahwa kami menulis sejarah hari ini," ujar dia.
Kemenangan dramatis ini menjadi tonggak sejarah yang sangat monumental di dunia sepak bola, menjadikan Mesir sebagai negara Afrika kelima yang sukses melangkah maju dari fase gugur Piala Dunia.
Hasil impresif ini membuat armada Mesir sejajar dengan pencapaian Kamerun, Senegal, Ghana, dan Maroko, sekaligus mematahkan rintangan psikologis yang selama ini menghantui mereka di pentas global.