Ilustrasi - bendera Amerika Serikat dan Iran (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Seorang Pejabat Amerika Serikat (AS) berusaha memperingatkan Iran soal kekhawatirannya terkait Israel yang mungkin akan membunuh negosiatornya selama perundingan.
Kabar ini sebagaimana laporan dari New York Post mengutip dua pejabat AS. Menurut para pejabat tersebut, AS khawatir Israel dapat menargetkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf selaku tokoh utama dalam perundingan atau Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi yang juga berperan penting dalam negosiasi tersebut.
Para pejabat tersebut menyampaikan peringatan itu melalui perantara.
Hingga Jumat (2/7), belum ada tanda-tanda langsung bahwa intelijen AS memiliki informasi mengenai rencana pembunuhan tertentu yang mendasari peringatan tersebut.
Namun, pejabat pertahanan tertinggi Israel telah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembunuhan para pemimpin senior Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah mengatakan bahwa tindakan semacam itu justru mempersulit proses negosiasi.
Pada Maret lalu, Trump menolak mengungkap identitas pihak Iran yang menjadi mitra perundingan dengan AS karena tidak ingin mereka menjadi sasaran pembunuhan. Trump pun menambahkan situasi menjadi rumit.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan The New York Times tersebut. Dalam pernyataannya di platform X, Israel menyebut laporan tersebut sebagai "berita palsu" dan rekayasa yang sepenuhnya tidak sesuai dengan kenyataan.
Sumber: Anadolu