Bundaran HI, Jakarta.
Jakarta, Jurnas.com - Kualitas udara Jakarta pada Rabu (17/6/2026) pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.00 WIB, masuk peringkat tiga terburuk di dunia.
Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 159 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 berkonsentrasi 67 mikrogram per meter kubik. Kondisi itu menjadikan udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.
Masyarakat pun dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan, atau jika berada di luar ruangan, dianjurkan untuk menggunakan masker.
Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Santiago, Chile Pakistan dengan indeks kualitas udara di angka 173. Kemudian di urutan kedua diikuti Kampala, Uganda dengan indeks kualitas udara di angka 162, dan di urutan keempat diikuti Kinshasa, Democratic Republic of the Congo dengan indeks kualitas udara di angka 157.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.
Dilansir Anatara, pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.
Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.
"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2) dikutip Antara.
Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya.
Rabu, 17/06/2026 07:51 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB