https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Agus Mughni | Rabu, 17/06/2026 08:17 WIB



 Kualitas udara Jakarta pada Rabu (17/6) pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.00 WIB, masuk peringkat tiga terburuk di dunia Bundaran HI, Jakarta.

Jakarta, Jurnas.com - Kualitas udara Jakarta pada Rabu (17/6/2026) pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.00 WIB, masuk peringkat tiga terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 159 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 berkonsentrasi 67 mikrogram per meter kubik. Kondisi itu menjadikan udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

Masyarakat pun dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan, atau jika berada di luar ruangan, dianjurkan untuk menggunakan masker.

Baca juga :
Pemprov DKI Sebut CCTV di Kawasan Bundaran HI Berfungsi Normal

Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Santiago, Chile Pakistan dengan indeks kualitas udara di angka 173. Kemudian di urutan kedua diikuti Kampala, Uganda dengan indeks kualitas udara di angka 162, dan di urutan keempat diikuti Kinshasa, Democratic Republic of the Congo dengan indeks kualitas udara di angka 157.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.

Baca juga :
Pakai Masker, Udara Jakara Tak Sehat Sabtu Pagi

Dilansir Anatara, pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Baca juga :
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.

Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2) dikutip Antara.

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kualitas Udara DKI Jakarta Polusi Udara

Terkini | Rabu, 17/06/2026 09:41 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777