https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Teheran Kecam Pernyataan Trump Soal Penyitaan Kapal Iran

Muhammad Habib Saifullah | Minggu, 03/05/2026 14:50 WIB



Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran kecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyita kapal Iran sebagai perampokan Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada 17 April 2026, sesaat sebelum Iran mengumumkan bahwa selat tersebut akan ditutup kembali (Foto: Mohammed Aty/Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Sabtu (2/5) mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut penyitaan kapal-kapal Iran oleh AS sebagai "perompakan".

"Presiden AS secara terbuka menggambarkan penyitaan ilegal kapal-kapal Iran sebagai `perompakan,` dengan berani membanggakan bahwa `kami bertindak seperti perompak,`" kata Baghaei dalam sebuah unggahan di platform X.

"Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah pengakuan langsung dan memberatkan tentang sifat kriminal dari tindakan mereka terhadap pelayaran maritim internasional," imbuhnya.

Baca juga :
Iran Siap Berunding, Tawarkan Proposal Baru ke Amerika Serikat

Sebelumnya, Trump pada Jumat (1/5) menyombongkan bahwa Angkatan Laut AS bertindak "seperti perompak" dalam blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump dalam sebuah acara di Florida.

Baca juga :
Momen King Charles III Lontarkan Candaan ke Donald Trump

Baghaei menyerukan kepada masyarakat internasional, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta sekretaris jenderal PBB untuk secara tegas menolak segala normalisasi atas "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional tersebut.

AS memberlakukan blokade terhadap Iran di Selat Hormuz setelah perundingan pascagencatan senjata dengan Teheran di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11-12 April gagal membuahkan kesepakatan.

Baca juga :
Trump Sebut Iran Ingin Segera Capai Kesepakatan

Gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel mulai berlaku pada 8 April setelah 40 hari pertempuran.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan kota-kota lain di Iran, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan senior dan warga sipil Iran.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.

Iran juga memperketat kendali atas Selat Hormuz dan menutup jalur aman bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan AS.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penyitaan Kapal Iran Donald Trump Blokade Pelabuhan Iran

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777