Kereta cepat (Whoosh). Foto: kai/jurnas
Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan korupsi terkait pengadaan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) masih berjalan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengaku belum dapat memberikan informasi lebih detail kepada publik. Hal ini dikarenakan proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan awal.
"Terkait dengan kereta cepat Whoosh, saat ini prosesnya masih di penyelidikan. Jadi kalau memang prosesnya masih di penyelidikan, informasinya masih bersifat tertutup. Jadi kami belum bisa menyampaikan secara terbuka, secara lengkap terkait dengan penyelidikan perkara ini. Namun yang pasti bahwa penyelidikan terkait dengan kereta cepat ini masih terus berprogres," kaya Budi dalam keterangannya, Selasa, 5 Mei 2026.
Proses penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan Whoosh ini sudah berjalan selama satu tahun atau sejak awal 2025 lalu.
Budi menjelaskan bahwa lambannya penanganan perkara ini bukan disebabkan hambatan teknis, melainkan terkait manajemen penanganan perkara di internal lembaga.
“Ini murni soal manajemen penanganan perkara, karena saat ini KPK menangani banyak kasus,” kata Budi.
Dalam beberapa bulan terakhir, KPK gencar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai daerah. Hal ini
menuntut proses penyidikan ekstra cepat karena terikat dengan masa penahanan tersangka.
"Kalau kita bicara peristiwa tertangkap tangan, kemudian naik ke penyidikan, pihak-pihak ditetapkan sebagai tersangka langsung dilakukan penahanan, maka ketika langsung dilakukan penahanan, argo penahanan langsung mulai berjalan. Sehingga kami juga harus sesuaikan dari sisi waktunya," jelas Budi.
Budi menambahkan dari hasil OTT sering kali muncul pengembangan perkara baru yang membongkar praktik serupa di sektor lain, yang pada akhirnya memakan waktu dan tenaga penyidik.
Untuk diketahui, KPK membuka penyelidikan terkait Whoosh yang dibangun di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu sejak awal tahun 2025.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan penggelembungan anggaran atau mark up di proyek ini melalui kanal YouTube pribadinya.
Mahfud menyebut, biaya per kilometer kereta Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dollar AS, atau jauh lebih tinggi dari perhitungan di China yang hanya sekitar 17-18 juta dollar AS.
“Naik tiga kali lipat, ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?" kata Mahfud dalam kanal YouTubenya pada 14 Oktober 2025 lalu.
“Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini," ujarnya.
Mahfud menegaskan dirinya siap memberikan keterangan jika memang diminta oleh KPK. Akan tetapi, dia menolak jika diminta membuat laporan ke KPK.
KPK mengaku telah memanggil sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan korupsi ini. Namun, tidak disebutkan identitas dari pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan.
KPK masih terus melakukan penelusuran dan pengumpulan keterangan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui proyek yang menjadi kebanggaan pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB